Perselisihan Properti Antar-Muslim Ganggu Proses Belajar Sebuah Sekolah di Lira

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Dua faksi Muslim bersaing di Lira.

ADVERTISEMENTS

LIRA — Administrasi Sekolah Dasar Lira di Kota Lira, Uganda, menyatakan kekhawatiran atas perselisihan yang sedang berlangsung antara dua faksi Muslim yang bersaing. Perselisihan antara dua pihak ini disebut dapat mempengaruhi proses pembelajaran.

ADVERTISEMENTS

Laporan tersebut disampaikan setelah faksi yang berbasis di Kibuli dan Dewan Tertinggi Muslim Uganda (UMSC) bentrok saat pelantikan Imam baru di Masjid Faizan, yang berlokasi di sekolah tersebut pekan lalu.

Kepala sekolah, Benson Ario, mengatakan perkelahian itu telah mempengaruhi proses belajar mengajar, terutama di antara calon siswa tingkat atas yang belum memulai ujian akhir mereka.

“Kami mendengar ledakan gas air mata. Jadi, beberapa murid kami mulai keluar dari kelas dan tiga gadis tidak sadarkan diri. Kekacauan itu membuat orang tua enggan membawa anak-anak mereka ke sekolah,” ujar dia dikutip di Monitor, Rabu (2/11/2022).

ADVERTISEMENTS

Selama pelantikan Imam, faksi yang dipimpin Kibuli telah menutup gerbang sekolah untuk memblokir penyusup yang masuk ke tempat itu. Namun, tim UMSC mendobrak pagar sekolah dan memaksa masuk ke dalam gedung.

ADVERTISEMENTS

Akibatnya, terjadi perkelahian antara kelompok yang bersaing, memaksa keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka. Di tengah kericuhan tersebut, tiga orang murid dilaporkan tidak sadarkan diri dan dibawa ke Rumah Sakit Rujukan Daerah Lira.

Juru bicara kepolisian wilayah Kyoga Utara, Patrick Jimmy Okema, membenarkan insiden tersebut. Pihaknya mendapat informasi intelijen tentang ketidaksepakatan antara komunitas Muslim di Kota Lira, serta ada rencana untuk saling menyerang. Kepolisian pun berusaha melakukan beberapa pengerahan untuk mencegahnya.

ADVERTISEMENTS

 “Saya senang walikota Kota Lira (Sam Atul) mengirim ambulans untuk menjemput anak-anak itu dan membawa mereka ke Rumah Sakit Rujukan Daerah Lira. Mereka sekarang baik-baik saja,” kata Okema.

ADVERTISEMENTS

Komisaris Resident City Lawrence Egole mengatakan, pihak keamanan tengah berusaha mengadakan pertemuan dengan para faksi untuk menyelesaikan perbedaan mereka. “Saya mengimbau kepada orang tua dan masyarakat sekitar untuk tetap tenang. Situasinya tenang dan keamanan akan memastikan perdamaian tetap terjaga, ”ucap dia.

Perselisihan itu seolah mengadu kekuatan antara kepemimpinan Muslim Lango di bawah Kadhi, Syekh Ishaq Salim Nangoye, serta Masjid Madina Faiza di bawah Syekh Muhammad Yusuf Balinda. Syekh Muhammad Yusuf Balinda baru-baru ini disebut membelot ke faksi yang berbasis di Kibuli.

Mereka berebut kepemilikan lahan perumahan SD Lira I, SMP Benih Ojwina, Masjid Madina Faiza, Puskesmas III, maupun Youth Resource Center. Pada bulan September, Sheikh Nangoye dilaporkan menulis surat kepada Benson Ario, kepala sekolah Lira PS, memerintahkannya untuk menyerahkan semua dokumen kepemilikan sekolah yang dimilikinya.

Namun, Ario menolak permintaan tersebut. “Saya tidak dapat merilis dokumen penting seperti itu tanpa persetujuan dan sepengetahuan komite manajemen sekolah, badan yayasan dan pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya

Sekretaris Distrik Muslim Lango, Fadhil Oguta, mengklaim donatur yang mendanai pembangunan masjid dan fasilitas lainnya di sekolah itu berasal dari Uganda Muslim Supreme Council (UMSC), yang menjadikannya milik mereka.

Sheikh Nangoye telah menulis surat kepada petugas Kota Lira untuk mempercepat proses formalisasi Sekolah Benih Ojwina dengan kantornya, untuk memastikan kelancaran operasinya.

Namun, Syekh Balinda mengatakan mereka adalah pemilik tunggal dari semua properti di sekolah dan akan mempertahankannya. Dia menyarankan siapa pun yang mengklaim kepemilikan properti untuk pergi ke pengadilan. 

Sumber:

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version