Rabu, 28/02/2024 - 22:13 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

SMF Salurkan Kredit FLPP Senilai Rp 3,52 Triliun per Kuartal III 2022

ADVERTISEMENTS

SMF telah ditunjuk sebagai penyalur kredit FLPP sejak 2018.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

 BANYUWANGI — PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp 3,52 triliun per kuartal III-2022. Dana tersebut dikucurkan untuk 154.010 unit rumah dari target keseluruhan tahun ini yang mencapai 200 ribu unit rumah, atau naik 126,98 persen dari tahun 2021 yakni 157.500 unit. 

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan


Kenaikan target lantaran pemenuhan kebutuhan KPR FLPP bagi masyarakat pada tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Dana untuk KPR FLPP ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan surat utang yang kami terbitkan. Jadi ini skema pembiayaan campuran (blended financing),” ujar Direktur SMF Bonai Subiakto dalam Media Gathering SMF 2022 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (4/11/2022).

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj
Berita Lainnya:
OJK: Sistem Reward and Punishment Bangun Ekosistem Bursa Karbon


Secara keseluruhan, kata dia, SMF telah berhasil menyalurkan KPR FLPP sebanyak Rp12,55 triliun sejak tahun 2018 hingga September 2022. KPR FLPP atau KPR Subsidi merupakan program yang memberikan akses pemilikan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memiliki skema memiliki angsuran tetap selama 20 tahun.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional


Sejak tahun 2010 hingga September 2022, Program FLPP telah berhasil mendukung pemilikan rumah sebanyak 1,1 juta unit rumah yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia, dengan nilai FLPP yang disalurkan mencapai Rp104,8 triliun.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Ketua BUMN Muda: BUMN Sudah Jauh Lebih Baik, Jangan Dianggap Remeh


Bonai menjelaskan penyaluran KPR FLPP dilakukan oleh SMF sebanyak 25 persen dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sebesar 75 persen. “Penggunaan dana pendamping KPR FLPP dari SMF dapat mengurangi risiko mismatch maturity funding,” tegasnya.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action


Ia mengungkapkan setidaknya masih terdapat tantangan dalam penyaluran KPR FLPP oleh perseroan, yakni belum semua bank penyalur KPR FLPP memanfaatkan dana pendamping dari SMF sehingga masih terdapat risiko maturity mismatch dalam penyaluran KPR.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh


Tantangan lainnya yakni KPR belum menjadi prioritas utama oleh beberapa bank, khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD).

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi