Turki Kecam Serangan di Kamp Sipil di Idlib Suriah

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
ADVERTISEMENTS

Kamp-kamp tersebut menampung para pengungsi internal.

ADVERTISEMENTS

 ANAKARA — Turki pada Senin (7/11/2022) malam waktu setempat mengecam keras serangan mematikan di kamp-kamp provinsi Idlib barat laut Suriah dekat perbatasan Turki. Kamp-kamp tersebut menampung para pengungsi internal.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS


“Kami mengutuk keras tiga serangan terpisah di kamp-kamp di Idlib yang menewaskan sembilan orang dan melukai 70 lainnya,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki seperti dilansir laman Anadolu Agency, Selasa (8/11/2022).

ADVERTISEMENTS
ADVETISEMENTS


Turki menegaskan bawa serangan tersebut merusak upaya untuk menjaga stabilitas dan justru semakin memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan itu. “Kementerian mendesak pihak terkait untuk mematuhi kesepakatan dan menghentikan serangan terhadap warga sipil,” kata Kemenlu Turki.

ADVERTISEMENTS


Turki mengatakan, akan melanjutkan upayanya untuk memastikan stabilitas di kawasan itu dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan.

ADVERTISEMENTS


Sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan terluka setelah pasukan pemerintah Suriah menargetkan permukiman tenda keluarga pengungsi di provinsi barat laut Idlib yang dikuasai pemberontak. Aktivis oposisi dan responden pertama melaporkan bahwa pasukan pemerintah menembakkan sekitar 30 roket, termasuk ke arah kamp Maram pada Ahad pekan lalu yang menewaskan sembilan orang dan melukai 25 lainnya.  

ADVERTISEMENTS


Layanan pertahanan sipil oposisi mengatakan tiga anak dan seorang wanita termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan di kamp-kamp yang penuh sesak. Di sana, lebih dari 70 orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit lapangan.

ADVETISEMENTS


“Tidak ada pangkalan militer atau gudang atau barak pemberontak di sini. Hanya warga sipil,” kata Seraj Ibrahim, penyelamat organisasi White Helmets yang didukung Barat, ketika dihubungi melalui telepon.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version