Kamis, 18/04/2024 - 17:21 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Kremlin: Tidak akan Kemajuan Besar di PLTN Zaporizhzhia

ADVERTISEMENTS

Moskow kembali menuduh Kiev menembaki PLTN tersebut dan menimbulkan resiko.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

MOSKOW — Kremlin mengatakan tidak ada perubahan yang substantif yang mengarah pada pendirian zona keamanan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di selatan Ukraina. Moskow kembali menuduh Kiev menembaki PLTN tersebut dan menimbulkan resiko. Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menuding balik Rusia.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Berbicara tentang zona keamanan, satu-satunya yang harus bicara adalah siapa yang menembaki stasiun ini, Siapa ancamannya? Ancamannya yang membombardirnya,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Selasa (22/11/2022).

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Lebih dari 12 Warga Palestina Gugur dalam Serangan Israel di Gaza Tengah

PLTN Zaporizhzhia yang Rusia duduki tidak lama setelah invasi 24 Februari kembali dihantam tembakan roket pada akhir pekan lalu. Lembaga pemantau nuklir PBB (IAEA) meminta agar didirikan zona keamanan di sekitar PLTN itu demi mencegah bencana nuklir.

Peskov mengatakan Rusia akan terus berbicara dengan IAEA.

Berita Lainnya:
Delegasi Israel Berangkat ke Mesir untuk Negosiasi dengan Hamas Soal Pertukaran Sandera

Sebelum invasi Rusia, PLTN itu menyediakan seperlima listrik Ukraina. PLTN itu terpaksa beberapa kali menggunakan generator untuk menyalakan listriknya.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Tembakan ke arah PLTN itu menimbulkan kekhawatiran terjadinya tragedi yang sama seperti Chernobyl tahun 1986 yang berjarak sekitar 500 kilometer dari PLTN Zaporizhzhia.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi