Rabu, 29/05/2024 - 06:40 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Kremlin: Tidak akan Kemajuan Besar di PLTN Zaporizhzhia

Moskow kembali menuduh Kiev menembaki PLTN tersebut dan menimbulkan resiko.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

MOSKOW — Kremlin mengatakan tidak ada perubahan yang substantif yang mengarah pada pendirian zona keamanan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di selatan Ukraina. Moskow kembali menuduh Kiev menembaki PLTN tersebut dan menimbulkan resiko. Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menuding balik Rusia.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Berbicara tentang zona keamanan, satu-satunya yang harus bicara adalah siapa yang menembaki stasiun ini, Siapa ancamannya? Ancamannya yang membombardirnya,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Selasa (22/11/2022).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak
Berita Lainnya:
Israel Serang Rafah, Sekjen PBB: This Horror Must Stop

PLTN Zaporizhzhia yang Rusia duduki tidak lama setelah invasi 24 Februari kembali dihantam tembakan roket pada akhir pekan lalu. Lembaga pemantau nuklir PBB (IAEA) meminta agar didirikan zona keamanan di sekitar PLTN itu demi mencegah bencana nuklir.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Peskov mengatakan Rusia akan terus berbicara dengan IAEA.

Berita Lainnya:
Israel Beri Tenggat Hamas Satu Pekan untuk Setujui Kesepakatan Gencatan Senjata

Sebelum invasi Rusia, PLTN itu menyediakan seperlima listrik Ukraina. PLTN itu terpaksa beberapa kali menggunakan generator untuk menyalakan listriknya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Tembakan ke arah PLTN itu menimbulkan kekhawatiran terjadinya tragedi yang sama seperti Chernobyl tahun 1986 yang berjarak sekitar 500 kilometer dari PLTN Zaporizhzhia.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

sumber : Reuters

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi