Senin, 26/02/2024 - 02:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIGLOBAL

Dolar AS Melonjak Jelang Rilis Risalah Pertemuan Fed

ADVERTISEMENT

Dolar AS melonjak terhdap enam mata utama, khususnya euro turun jadi 1,05

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 NEW YORK — Dolar AS melonjak terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena pelaku pasar menunggu risalah pertemuan terakhir Federal Reserve pada Rabu (4/1/2023), dengan harapan mereka akan memberi sinyal lebih banyak pengetatan kebijakan.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terangkat 0,95 persen menjadi 104,50. Euro turun menjadi 1,05 dolar AS dari 1,06 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,19 dolar AS dari 1,20 dolar.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Harga Emas Naik Karena Data Inflasi AS Lebih Tinggi dari Perkiraan

Dolar AS dibeli 130,76 yen Jepang, lebih rendah dari 131,05 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Greenback naik menjadi 0,93 franc Swiss dari 0,9249 franc Swiss. Dolar AS menguat menjadi 1,36 dolar Kanada dari 1,35 dolar Kanada, dan meningkat menjadi 10,54 krona Swedia dari 10,43 krona Swedia.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

“Kami memperkirakan risalah FOMC Desember akan menjelaskan pandangan kebijakan pejabat Fed untuk tahun 2023. Perhatian pada pertemuan tersebut, Komite mengisyaratkan ekspektasi luas untuk suku bunga terminal yang jauh lebih tinggi tahun ini,” kata analis di TD Securities dalam sebuah catatan.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Laba Tumbuh 33 Persen, BSI Berhasil Cetak Kinerja Impresif 

 

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

The Fed akan merilis risalah dari pertemuan kebijakan Desember pada Rabu, dan para pedagang akan mempelajari pembacaan petunjuk tentang langkah bank sentral selanjutnya. Bulan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, menjadikan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 4,25-4,5 persen, sebagai bagian dari upaya terbarunya untuk mengendalikan inflasi.

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi