Sabtu, 15/06/2024 - 12:38 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Fahri Hamzah Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

Ssstem demokrasi langsung memilih orang sudah benar dan itu auratnya demokrasi.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

JAKARTA — Perdebatan mengenai sistem pemilihan umum (pemilu), baik baik proporsional tertutup maupun terbuka masih menuai pro dan kontra di masyarakat. Pun di parlemen ada partai politik (parpol) yang mendukung sistem tertutup, dan ada yang mendukung sistem terbuka.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora, Fahri Hamzah, menegaskan, menolak sistem pemilu proporsional tertutup. Menurut Fahri, sistem proporsional terbuka yang dipakai dalam beberapa pemilu terakhir sudah tepat.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

“Sistem demokrasi langsung memilih orang itu sudah benar. Itu auratnya demokrasi. Aurat itu harus dijaga, jangan malah yang tidak penting ditutup,” ujar Fahri dalam diskusi yang digelar Moya Institute bertajuk ‘Pemilu Proporsional Tertutup: Kontroversi’ di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
Acuhkan Ancaman Netanyahu, Norwegia, Irlandia dan Spanyol Sepakat Akui Palestina Sebagai Negara

Baca: Partai Gelora Diloloskan KPU Atas Perintah Istana, Fahri Hamzah Buka Suara

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Menurut Fahri, apabila Pemilu 2024 Indonesia kembali menerapkan sistem proporsional tertutup, akuntabilitas politik akan rusak. Sebab, transaksi politik antara rakyat dan pemimpin harus dilakukan secara langsung, tidak melalui perantara parpol. “Mandataris hanya bisa muncul kalau pemberi dan penerimanya bisa saling berhubungan langsung,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Chudry Sitompul berpendapat, pasal konstitusi tidak banyak menyinggung mengenai pemilu. Sehingga muncul kesan persoalan tersebut dilepaskan kepada parlemen dan undang-undang (UU). Sehingga pemilu terkesan hanya berkaitan erat dengan kepentingan parpol.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Pemerhati isu-isu strategis Prof Imron Cotan mengatakan, tanpa pernah disadari sebenarnya sistem politik dan ekonomi Indonesia berbasis paham sosialis. Hal tersebut tercermin pada sila keempat Pancasila, yaitu musyawarah atau mufakat), yang menjadi landasan sistem politik dan Pasal 33 UUD 1945 terkait dengan sistem perekonomian nasional.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024
Berita Lainnya:
Jika PP Tapera Tak Dicabut, Presiden KSPI Said Iqbal Tegas Bilang Aksi Buruh Bakal Meluas

Guru Besar Universitas Bhayangkara Jaya Hermawan Sulistyo menuturkan, yang perlu dimaknai adalah kepentingan apa paling diperlukan dalam politik Indonesia ke depannya. Hermawan menjelaskan, misalnya yang terasa dibutuhkan adalah penguatan sistem dan pilihan sistem pemilu proporsional tertutup merupakan yang tepat.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Direktur Eksekutif Moya Institute Hery Sucipto memaparkan, sistem proporsional tertutup maupun terbuka pernah dipraktikkan dalam kehidupan politik bernegara Indonesia. Kendati demikian, kata Hery, kedua sistem politik tersebut tidak ada yang sempurna dan apapun nanti yang diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) harus dapat meningkatkan kualitas demokrasi.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard
ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

قَالَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا الكهف [67] Listen
He said, "Indeed, with me you will never be able to have patience. Al-Kahf ( The Cave ) [67] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi