Minggu, 14/04/2024 - 04:27 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

Ekonom Proyeksi Investasi Tumbuh Hingga 7 Persen Pada 2023

ADVERTISEMENTS

Meski ada risiko global, investasi asing langsung ke Indonesia masih bisa berkembang.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

 JAKARTA — Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memproyeksikan investasi yang diukur dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada tahun ini memiliki ruang untuk tumbuh sekitar enam persen hingga tujuh persen.

ADVERTISEMENTS
Iklan Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Bustami Hamzah sebagai Pj Gubernur Aceh
ADVERTISEMENTS

“Kami mengharapkan pertumbuhan investasi tetap Indonesia akan semakin meningkat pada 2023,” ujar Faisal dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

Ia melihat investasi langsung Indonesia dapat semakin meningkat pada 2023, yang didorong oleh investasi asing langsung (foreign direct investment/ FDI) dan investasi domestik langsung (domestic direct investment/ DDI).

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah

Meskipun terdapat risiko perlambatan ekonomi global, investasi asing langsung ke Indonesia masih dapat terus berkembang. Hal itu dapat terjadi di tengah keputusan pemerintah untuk melanjutkan proyek hilirisasi industri sumber daya alam untuk memperkuat rantai pasokan domestik dan meningkatkan nilai tambah ekspor. Selain itu, pembukaan kembali ekonomi China juga bisa menjadi katalis positif untuk arus masuk investasi ke Tanah Air.

ADVERTISEMENTS
Iklan Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
Berita Lainnya:
Nilai Investasi 16 Smelter Mineral di 2024 Capai 11,6 Miliar Dolar AS

Sementara untuk investasi domestik langsung, Faisal mengatakan arus investasi akan didorong oleh pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada akhir 2022, peningkatan mobilitas dan permintaan, serta Proyek Strategis Nasional (PSN) 2023. Adapun anggaran proyek infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 meningkat 7,18 persen menjadi Rp 392 triliun dibanding penurunan 12,55 persen dalam APBN 2022, sehingga relatif lebih tinggi dibandingkan empat tahun terakhir, tapi tidak termasuk 2021.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah

“Anggaran tersebut meliputi proyek infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), jalan, dan jembatan, serta proyek strategis di ibu kota baru (IKN),” kata Faisal.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal
Berita Lainnya:
UMKM Pakaian di Tangerang Raup Rp 90 Juta Selama Ramadhan

Tahun lalu, kata dia, investasi langsung di Indonesia mencatat pertumbuhan luar biasa. Sebagian besarnya didukung oleh investasi asing langsung ke sektor logam dasar dan pertambangan, berkat tingginya permintaan eksternal dan harga komoditas khususnya besi dan baja serta batu bara. Dengan demikian hal tersebut membuahkan hasil berupa pertumbuhan dua digit investasi non-bangunan dan struktur dalam PMTB dari produk domestik bruto (PDB) 2022.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga menunjukkan kinerja yang solid.  Hanya saja, PMDN tertahan oleh tertundanya PSN akibat realokasi anggaran 2022 ke program Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19. Hal ini menyebabkan pertumbuhan PMTB 2022 terbatas karena sekitar 71 persen merupakan investasi gedung dan struktur.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024

 

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

sumber : ANTARA

ADVERTISEMENTS
Iklan Belasungkawa Adinda Almarhum Yafi Dhia Ulhaq Yuli

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi