Kamis, 18/04/2024 - 17:51 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Kanselir Scholz: Putin Tidak Mengancam Saya Atau Jerman

ADVERTISEMENTS

Kanselir Jerman melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Rusia.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

 FRANKFURT — Kanselir Jerman Olaf Scholz melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam percakapan telepon itu, Scholz mengatakan, Putin tidak membuat ancaman apa pun terhadap dirinya atau Jerman.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Scholz mengatakan percakapannya dengan Putin memperjelas bahwa mereka memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang perang di Ukraina. Scholz mengatakan kepada Putin bahwa Rusia memiliki tanggung jawab tunggal atas perang tersebut.

ADVERTISEMENTS

“Rusia telah menginvasi tetangganya tanpa alasan, untuk mengambil bagian dari Ukraina atau seluruh negara di bawah kendalinya,” kata Scholz.

Berita Lainnya:
Makin Erat, Delegasi Rusia Kunjungi Korut

Jerman menilai bahwa tindakan Rusia melanggar kerangka kerja perdamaian Eropa. Oleh karena itu, Eropa memberikan bantuan keuangan, kemanusiaan dan militer kepada Ukraina. Scholz mengatakan, ada kesepakatan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bahwa senjata yang dipasok oleh Barat hanya boleh digunakan di Ukraina dan bukan di wilayah Rusia.

“Kami memiliki konsensus tentang itu,” kata Scholz.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Pekan ini Putin membangkitkan semangat tentara Soviet yang mengalahkan pasukan Nazi Jerman di Stalingrad 80 tahun lalu. Dia menyatakan, Rusia akan mengalahkan Ukraina yang diduga berada dalam cengkeraman inkarnasi baru Nazisme.

Berita Lainnya:
Kanselir Jerman Minta Israel tidak Lakukan Serangan Balasan ke Iran

Di tengah meningkatnya tekanan internasional bulan lalu, pemerintah Jerman mengumumkan rencana pengiriman tank Leopard 2 modern. Scholz menyatakan, setiap pengiriman senjata dikoordinasikan dengan hati-hati dengan sekutu barat, untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Sebelumnya mantan perdana menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa pemimpin Rusia telah mengancamnya dengan serangan rudal. Sementara Kremlin mengatakan,  Johnson berbohong tentang ancaman tersebut.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi