Selasa, 23/04/2024 - 11:58 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

Mobilitas Diperlonggar, Konsumsi Masyarakat Menguat Sepanjang 2022

ADVERTISEMENTS

Konsumsi rumah tangga menyumbang 51,87 persen pada PDB

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

JAKARTA — Tingkat konsumsi rumah tangga kembali menguat selama tahun 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penguatan konsumsi itu terutama didorong oleh pelonggaran aktivitas masyarakat selama tahun lalu yang sebelumnya diperketat imbas pandemi Covid-19.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Kepala BPS, Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/2/2023), menyampaikan, konsumsi masyarakat selama tahun 2022 tumbuh 4,93 persen sedangkan khusus pada kuartal IV 2022, pertumbuhannya sebesar 4,48 persen.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Adapun, konsumsi rumah tangga menyumbang 51,87 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB) nasional 2022 yang tumbuh 5,31 persen. Margo menilai, perbaikan aktivitas konsumsi dalam negeri tak lepas dari peran kebijakan pemerintah.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Kemenkop UKM Terus Lakukan Pendataan Koperasi dan UMKM

“Kombinasi aktivitas masyarakat yang semakin menggeliat dan bauran kebijakan fiskal serta moneter untuk menjaga daya beli mampu mendorong aktivitas ekonomi, baik dari sisi produksi maupun konsumsi,” katanya.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Lebih rinci, Margo menuturkan, pulihnya mobilitas masyarakat mendorong peningkatan aktivitas dunia usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Itu salah satunya tercermin dari kenaikan penermaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 sebesar 18,36 persen.

Di satu sisi, dengan membaiknya pendapatan masyarakat lantas mendorong penguaan seluruh kelompok konsumsi. “Terutama pada kelompok konsumsi transportasi dan komunikasi serta restoran dan hotel,” kata dia.

Kendati demikian, BPS memberikan catatan. Laju pertumbuhan konsumsi sebesar 4,93 persen tahun 2022 belum kembali ke level pra-pandemi. Sebagai informasi, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tahun 2019 lalu mencapai 5,04 persen sedangkan tahun 2018 sebesar 5,05 persen.

Berita Lainnya:
Langsa Peringkat Kedua Penduduk Miskin Terendah di Aceh

Sebagai informasi, BPS mencatat laju pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 mencapai 5,31 persen atau kembali pada level seperti sebelum pandemi.

Pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal IV 2022 sebesar 5,01 persen year on year (yoy). Mengalami penurunan dibandingkan kuartal III 2022 sebesar 5,73 persen. Namun, secara keseluruhan ekonomi nasional mulai tumbuh solid.

“Di tengah perlambatan ekonomi global yang terus berlanjut, ekonomi Indonesia tetap tumbuh mengesankan,” kata dia.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi