Selasa, 23/04/2024 - 11:16 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Kemenhub: Kendaraan Listrik Belum Bisa Digunakan untuk Angkutan Perintis

ADVERTISEMENTS

Kemenhub menilai kendaraan listrik belum bisa diimplementasikan ke angkutan perintis.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

 JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai kendaraan listrik saat ini belum bisa diimplementasikan ke dalam angkutan perintis.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Namanya kendaraan listrik itu perlu aliran listrik dalam bentuk nanti ada charging station-nya sementara yang namanya perintis itu belum semuanya ada aliran listrik, bagaimana kalau akan charging? Artinya, ini akan kami layani pada step berikutnya,” kata Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Suharto di Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (7/2/2023).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
PLN Ungkap Kelistrikan Normal di Sekitar Gudang Amunisi yang Meledak

Menurut Suharto, penyediaan transportasi umum berbasis kendaraan listrik membutuhkan kesiapan infrastruktur penunjang. Dia mencontohkan, upaya untuk menyediakan transportasi kendaraan listrik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara juga menghadapi tantangan. Terutama, terkait kesiapan charging station di ruas jalan tersebut.

ADVERTISEMENTS

“Saya sampaikan siapa yang akan menyiapkan charging station-nya? Bagaimana seandainya itu mogok? Artinya, banyak sekali yang harus dipertimbangkan pada saat angkutan perintis ini akan menggunakan bus listrik,” ujar Suharto.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
Jiwasraya Masih Buka Kesempatan Bagi Pemegang Polis Ikut Program Restrukturisasi

Kendati demikian, kata dia, penggunaan bus listrik untuk angkutan perintis dapat dipertimbangkan melalui kesiapan infrastruktur penunjangnya.

“Saat ini, tahapannya adalah angkutan perintis dengan menggunakan angkutan yang fosil. Begitu sudah komersial kemudian baru kami pertimbangkan kepada angkutan yang menggunakan listrik sambil menunggu charging station-nya,” kata Suharto.

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi