Selasa, 21/05/2024 - 07:31 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Tangani Stunting, Wapres Minta Berdayakan Masyarakat hingga Desa

 JAKARTA — Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meminta pemerintah daerah memberdayakan masyarakat hingga tingkat desa untuk menangani stunting. Dia mendorong pelibatan kader Posyandu, kader PKK, kader penyuluh KB, kader sanitasi, tim pendamping keluarga, kader pembangunan manusia, dan karang taruna dalam penanganan stunting. Ini disampaikan Kiai Ma’ruf saat memimpin langsung Rapat Koordinasi Percepatan Penuruan Stunting di Sulawesi Barat, Kamis (23/2/2023).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Ma’ruf mengatakan, untuk menurunkan stunting tidak bisa hanya pemerintah, tetapi membutuhkan peran semua pihak. “Agar semua pelaku di tingkat desa diberdayakan dan dikoordinasikan,” kata Ma’ruf dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/2/2023).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Ma’ruf juga meminta agar koordinasi dalam penanganan stunting diperbaiki sehingga semua pihak harus menghilangkan ego sektoral. “Perbaiki koordinasi antarpihak, baik dalam lingkup pemerintah daerah, TNI/Polri, maupun dengan lembaga non-pemerintah seperti universitas, dunia usaha, LSM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat karena penurunan stunting merupakan tugas bersama,” ujarnya.

Berita Lainnya:
ID Survey Perluas Layanan Pemastian Berstandar Internasional

Selain itu, Ma’ruf meminta agar dipetakan kantong-kantong wilayah stunting dan identifikasi layanan yang masih kurang dan harus diperbaiki. Kemudian, diikuti dengan penyusunan program untuk mengintervensi masalah yang ada dengan mengajak semua pihak untuk ikut terlibat.

Wapres meminta para tokoh agama, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat juga dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait dengan pola makan, pola asuh, dan pola sanitasi.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Juga dikembangkan program untuk meningkatkan konsumsi protein hewani oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita dengan memanfaatkan sumber daya lokal, seperti ikan dan telur,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Hadiri Anugerah Adinata Syariah 2024, Ini Tiga Arahan Wapres

Dia menekankan agar dilakukan perbaikan proses pengumpulan data dan memanfaatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mendukung percepatan penurunan stunting agar pelaksanaan program dapat terpantau dengan baik. Wapres menyebutkan, Provinsi Sulawesi Barat menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting. Meskipun dalam empat tahun terakhir prevalensi stunting di Sulawesi Barat cenderung mengalami penurunan, namun Provinsi Sulawesi Barat menjadi salah satu provinsi dengan prevalensi tertinggi, yaitu mencapai 35 persen. 

 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi