Solusi Bangun Indonesia Tingkatkan Laba 17,67 Persen

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
ADVERTISEMENTS

Logo PT Solusi Bangun Indonesia. Sepanjang 2022, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 12,26 triliun. Capaian pendapatan tersebut meningkat 9,3 persen dibandingkan dengan pendapatan di tahun 2021 yakni sebesar Rp 11,21 triliun.

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Sepanjang 2022, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 12,26 triliun. Capaian pendapatan tersebut meningkat 9,3 persen dibandingkan dengan pendapatan di tahun 2021 yakni sebesar Rp 11,21 triliun.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

Untuk Laba Bersih yang didapatkan pada tahun 2022 juga mengalami kenaikan sebesar 17,67 persen menjadi Rp 839 miliar jika dibandingkan tahun 2021. Hal tersebut tertulis Tahun 2022 (diaudit) yang dirilis oleh PT SBI.

ADVERTISEMENTS
ADVETISEMENTS

Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo, mengatakan, beroperasi dalam kondisi pasar yang terkontraksi dan tingginya biaya energi serta kenaikan harga bahan baku pada 2022, SBI mampu mempertahankan kinerja positif berkat sinergi dengan induk usahanya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Terlebih, ketatnya persaingan pasar dan kenaikan harga-harga terutama bahan bakar, adalah bagian tak terhindarkan dari tantangan berat yang dialami industri semen.

ADVERTISEMENTS

“Namun konsistensi kinerja positif yang kami capai, merupakan bukti resiliensi dari upaya-upaya optimalisasi sumber daya serta inovasi di berbagai lini,” kata Lilik dalam keterangan, Sabtu (25/2/2023).

ADVERTISEMENTS

Kinerja positif ini juga mendapat kontribusi dari penurunan beban bunga sebesar 38 persen sebagai dampak dari restrukturisasi pinjaman sindikasi dengan melakukan percepatan pembayaran. SBI juga memiliki potensi efisiensi dari fasilitas pinjaman terkait pembangunan berkelanjutan atau Sustainability Linked Loan, yang mendukung SBI dalam percepatan inisiatif dekarbonisasi menuju green industry serta memberikan bunga lebih rendah dari pinjaman konvensional.

ADVERTISEMENTS

 

ADVETISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version