Senin, 27/05/2024 - 05:01 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Ekspansi Bisnis, Mitratel Bidik Pendapatan Rp 200 Miliar dari Fiber Optik

Logo PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk (Mitratel).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 NUSA DUA — Sejak 2022 PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk (Mitratel), melakukan ekspansi bisnis ke industri jasa penyedia fiber optik. Dari ekspansi bisnis ini, Mitratel menargetkan perolehan pendapatan dari fiber optik di tahun 2023 sebesar Rp 200 miliar. 

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko menuturkan, pertumbuhan bisnis adjacent Mitratel didorong  oleh ekspansi portofolio fiber. Saat ini, menurutnya, dari total permintaan fiber optik di dalam negeri sepanjang 85.000 km, 30 persen diantaranya dipenuhi oleh Mitratel.

“Sisanya yang 70 persen dikuasai oleh beberapa pemain di industri jasa penyedia infrastruktur telekomunikasi, ” ujarnya dalam Media Gathering di Nusa Dua, Bali, kemarin.

Berita Lainnya:
Dubai Targetkan Nilai Perdagangan dengan RI Capai 10 Miliar Dolar AS

Tahun 2022 lalu dengan menggunakan dana dari initial public offering (IPO) sebesar Rp 0,6 triliun, Mitratel mengakuisi aset fiber sepanjang 6.012 kilometer (km). Pada tahun ini, perseroan menargetkan pembangunan fiber optik baru sepanjang 13.000 km.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Dari bisnis fiber optik, menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel Ian Sigit Kurniawan, perseroan menargetkan peroleh pendapatan sekitar Rp 200 miliar. “Memang nilainya belum gede, karena di bisnis fiber ini ada tipikal nature bussiness yang agak berbeda dengan bisnis tower leasing,” ujarnya kepada Republika.co.id

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Petani Kopi Karawang Daftarkan Paten Indikasi Geografis Kopi Robusta

Ian menuturkan, bisnis penyedia jasa fiber optik baru bisa menghasilkan pendapatan setelah enam bulan fasilitas fiber optik digunakan oleh customer. “Berbeda dengan bisnis sewa tower. Begitu towernya disewa, kita bisa langsung dapat revenue,” ucapnya.

Lebih lanjut Ian mengatakan, revenue dari akuisisi fiber optik pada 2022 lalu baru akan dicatat mulai 1 April 2023. Kedepannya, sambung dia, fiber optik akan menjadi salah satu portofolio bisnis Mitratel.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

“Ini juga untuk supporting ke tower- tower kita. Ketika fiber kita sudah masif dibangun, maka jumlah tenant tower kita akan meningkat juga,” ujarnya.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi