Selain itu, Figur nomor satu di Kabupaten Aceh Barat itu juga berharap penghargaan pembangunan daerah ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah, sehingga mampu melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien dalam rangka mewujudkan percepatan pembangunan, serta terus berinovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Aceh Barat tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh Barat, Wistha Nowar, S.Pt., M.Si., menjelaskan selama 3 tahun berturut-turut, Pemkab Aceh Barat selalu berhasil masuk ketahapan akhir penilaian yakni tahapan verifikasi dalam penilaian PPD tingkat Kabupaten/Kota se Indonesia.
“Prestasi terbaik kita di 2 tahun terakhir, berada di posisi 5 dan 4, artinya ada progress yang dilalui, mudah-mudahan dengan ikhtiar kita bersama pada tahun ini kita bisa masuk paling tidak tiga besar” ujar Wistha.
Menurutnya, PPD bukan hanya persoalan kepercayaan dan gengsi daerah di tingkat Nasional semata, namun jika berhasil masuk 3 besar, maka daerah tersebut akan mendapatkan tambahan Dana Insentif Daerah (DID) kategori perencanaan pembangunan dengan besaran yang bervariasi, yang tentunya sangat berarti bagi keuangan daerah dalam melaksanakan pembangunan.
Untuk PPD tahun ini, lanjutnya, Pemkab Aceh Barat mengusung program Corporate Social Responsibility (CSR) Masyarakat Miskin Menuju Sejahtera (Makin Mesra) dalam kategori inovasi yang ditujukan khusus untuk menanggulangi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di daerah.
Untuk kategori pembangunan spesifik, Kabupaten Aceh Barat mengusulkan untuk menciptakan pangsa pasar bagi para petani jagung dalam memasarkan hasil komoditinya, serta aspek alur perencanaan yang dilakukan dengan bottom up (dari bawah ke atas) secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, Kecamatan, hingga Kabupaten.
Ia berharap kepada semua unsur terkait agar bisa saling bersinergi dan bekerjasama dalam menyiapkan segala kebutuhan dan data dukung yang diperlukan secara optimal, sehingga peluang Aceh Barat meraih prestasi membanggakan dalam PPD tahun 2023 ini bisa semakin terbuka pungkasnya.
Turut hadir dalam rakor tersebut, Plt. Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Setdakab Aceh Barat, Kepala Bappeda Aceh Barat, para Kepala SKPK terkait, Camat Meureubo dan Camat Pante Ceureumen, Perwakilan Keuchik, perwakilan tokoh masyarakat, akademisi, perusahaan, dunia usaha, asosiasi profesi, kelompok disabilitas, penerima manfaat inovasi dan jurnalis.[]
Editor : Biro Meulaboh.






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…