Minggu, 14/04/2024 - 05:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Pakistan Tingkatkan Keamanan Seusai Kericuhan Pembagian Tepung Gratis

ADVERTISEMENTS

Pakistan meningkatkan keamanan pada Kamis (30/3/2023). Tindakan itu dilakukan setelah 11 orang meninggal dalam penyerbuan di pusat distribusi gandum gratis untuk orang miskin sejak awal bulan suci Ramadhan pekan lalu.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

ISLAMABAD — Pakistan meningkatkan keamanan pada Kamis (30/3/2023). Tindakan itu dilakukan setelah 11 orang meninggal dalam penyerbuan di pusat distribusi gandum gratis untuk orang miskin sejak awal bulan suci Ramadhan pekan lalu.

ADVERTISEMENTS
Iklan Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Bustami Hamzah sebagai Pj Gubernur Aceh
ADVERTISEMENTS

Polisi tambahan juga dikerahkan di provinsi barat laut Khyber Pakhtunkhwa. Penasihat pemerintah di Khyber Pakhtunkhwa Haroon Shah mengatakan, penyerbuan terjadi karena warga tidak sabar dan tidak yakin akan mendapatkan tepung.

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

“Kami memiliki cukup tepung di stok kami,” kata Haroon.

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah

Negara ini meluncurkan inisiatif untuk mendistribusikan tepung gratis di antara keluarga berpenghasilan rendah pada pekan lalu. Program tersebut untuk mengurangi dampak inflasi yang memecahkan rekor dan melonjaknya kemiskinan selama Ramadhan.

ADVERTISEMENTS
Iklan Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
Berita Lainnya:
Delegasi Israel Berangkat ke Mesir untuk Negosiasi dengan Hamas Soal Pertukaran Sandera

Tapi ketika kerumunan membludak di pusat-pusat distribusi di seluruh negeri, banyak yang panik karena takut kehabisan tepung. Akhirnya kekacauan ini memicu aksi saling injak yang mematikan. Sebanyak delapan orang dilaporkan meninggal dunia di Pakistan barat laut dan tiga di provinsi Punjab timur.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah

Inisiatif distribusi tepung diluncurkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif. Pemerintahnya menghadapi krisis ekonomi terburuk di tengah penundaan dalam mendapatkan 1,1 miliar dolar AS dari paket bailout  total enam miliar dolar AS yang awalnya ditandatangani pada 2019 dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal

“Sejauh ini, pemerintah Punjab telah mendistribusikan 20 juta kantong tepung,” kata kepala pemerintahan sementara di Punjab Mohsin Naqvi.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%
Berita Lainnya:
Australia Tak Puas Penjelasan Israel Tentang Kematian Pekerja Kemanusiaan

Sharif mengunjungi pusat distribusi tepung di Islamabad awal pekan ini. Tidak ada kekerasan yang dilaporkan selama kunjungannya.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024

Menteri Penerangan Marriyum Aurangzeb mengatakan Sharif berada di tempat kejadian dan ingin memastikan distribusi tepung kepada masyarakat tanpa gangguan. Dia mengatakan, 4,2 juta orang telah menerima tepung gratis.

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Meningkatnya biaya makanan dan melonjaknya tagihan bahan bakar telah menimbulkan kekhawatiran akan keresahan publik. Ekonom mengatakan Pakistan saat ini menghadapi situasi seperti gagal bayar terutama karena penundaan pencairan pinjaman dari IMF.

ADVERTISEMENTS
Iklan Belasungkawa Adinda Almarhum Yafi Dhia Ulhaq Yuli

Islamabad mengatakan, biaya energi dan harga produk susu, jagung, buah, sayuran, dan biji-bijian meningkat dua kali lipat dalam setahun terakhir. Para petani berjuang untuk mendapatkan pupuk dengan harga yang lebih tinggi untuk tanaman.

sumber : AP

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi