Selasa, 21/05/2024 - 08:07 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

OJK Ungkap Ada 11 Perusahaan Asuransi Bermasalah Masuk Dalam Pengawasan

 JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 11 perusahaan asuransi bermasalah yang sedang dalam pengawasan regulator. Adapun  11 perusahaan asuransi bermasalah mayoritas diisi oleh perusahaan asuransi jiwa, lalu disusul oleh perusahaan asuransi umum, dan perusahaan reasuransi.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ogi Prastomiyono mengatakan sebanyak 11 perusahaan asuransi bermasalah masuk ke dalam kategori tidak normal.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Kami tidak bisa menyebut satu persatu namanya, tetapi mungkin kami kasih clue bahwa dari perusahaan itu ada sembilan perusahaan asuransi, yaitu enam perusahaan asuransi jiwa, tiga perusahaan asuransi umum, satu reasuransi, dan satu perusahaan asuransi dalam likuidasi,” ujarnya saat konferensi pers secara virtual, Senin (3/4/2023).

Berita Lainnya:
ESDM dan PLN Pastikan Progres Penyediaan Listrik IKN Lancar  

Jika dibandingkan dengan 2022, OJK mencatat sebanyak 13 perusahaan yang masuk dalam pengawasan regulator atau perusahaan asuransi bermasalah. Namun, dua dari 13 perusahaan itu sudah kembali dalam pengawasan normal. Artinya, kini tersisa 11 perusahaan asuransi yang masih menjadi pengawasan khusus OJK.

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Kendati demikian, OJK tidak merincikan entitas perusahaan asuransi bermasalah tersebut. Di samping itu, OJK mencatat pendapatan premi sektor asuransi mengalami kenaikan signifikan. Per Februari 2023, pendapatan premi asuransi komersial sebesar Rp 54,11 triliun atau tumbuh 9,88 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Pengembangan Stasiun Tanah Abang Rampung 2024, Jalur Bertambah

“Lonjakan ini didorong oleh premi asuransi umum dan reasuransi yang tumbuh sangat signifikan mencapai 27,56 persen mencapai Rp 23,79 triliun,” ucapnya.

Perkembangan premi asuransi jiwa juga semakin membaik. Hal itu terlihat dari posisi Februari 2023, premi hanya terkontraksi tipis sebesar 0,90 persen menjadi Rp 30,33 triliun.

ADVERTISEMENTS

Permodalan sektor industri keuangan nonbank terjaga dengan industri asuransi jiwa mencatatkan risk-based capital atau RBC sebesar 478,21 persen pada Februari 2023.

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi