Rabu, 28/02/2024 - 23:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

4 Cara Melembutkan Hati dan Memperbanyak Ketenangan Batin

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Waspadalah terhadap kerasnya hati. Ini adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Sebab seseorang yang hatinya keras membatu enggan untuk menerima nasehat kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab hati yang membatu, salah satunya adalah karena terus menerusnya maksiat dan mengikut hawa nafsu. Lalu bagaimana mengobati hati yang keras membantu?

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakar bin Farh al-Anshari al-Khazraji, Al Andalusi, al Qurthubi atau dikenal dengan sebutan Imam Qurthubi dalam kitab at Tadzkirah pada babu maa yudzakarul mauta wal akhirota wa yuzahidu fiddunnya/ Bab Mengingat Kematian dan Kehidupan Akhirat serta Zuhud Terhadap Dunia, memberikan penjelaskan bahwa apabila hati telah membantu maka ada empat cara untuk mengobatinya. Apa saja?

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Pertama, menghadiri majelis taklim.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

الإقلاع عما هي عليه، بحضور مجالس العلم بالوعظ والتذكر والتخويف والترغيب وأخبار الصالحين، فإن ذلك مما يلين القلوب وينجع فيها.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Ramadhan Satu Bulan Lagi, Lakukan 5 Persiapan Ini untuk Menyambut Bulan Suci

Membuang segala penyakit hati dengan cara menghadiri majelis-majelis taklim yang memberikan pelajaran mengenai hikmah mengingat mati, carita orang-orang saleh, kabar baik dan ancaman. Itu semuanya dapat merubah hati menjadi lembut.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Kedua, Banyak mengingat mati. 

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Imam Qurthubi menyebutkan bahwa mengingat mati dapat mengobati hati yang keras membatu. Dalam sebuah riwayat, ada seorang perempuan datang kepada sayyidati Aisyah Radhiyallahu Anha. Dia bertanya tentang hatinya yang keras. Aisyah lalu memerintahkannya untuk memperbanyak mengingat mati. Lalu perempuan itu melaksanakannya sehingga hatinya menjadi lembut. 

قال العلماء ( أبو محمد عبدالحق في كتابه العاقبة) فذكر الموت يردع عن المعاصي، ويلين القلب القاسي، ويذهب الفرح بالدنيا ويهون المصائب فيها 

Berkata ulama (Abu Muhammad Abdul Haq dalam kitabnya Al ‘Akibatu): mengingat mati dapat menghindarkan dari maksiat, dan dapat melembutkan hati, dan menghindarkan diri dari mencari kesenangan dunia dan meringankan beban.

Ketiga, melihat orang mati. 

Imam Qurthubi menjelaskan melihat orang yang sedang sakaratul maut hingga dicabut nyawanya, serta membayangkan bila hal tersebut terjadi padanya, maka akan dapat mengekang nafsunya. Selain itu melihat orang yang mati akan memberikan motivasi pada seseorang untuk memperbanyak melakukan amal saleh. 

Berita Lainnya:
Puasa Bisa Lebih Baik untuk Kesehatan daripada Pengobatan?

Keempat, melakukan ziarah kubur.

Imam Qurthubi menjelaskan bahwa melakukan ziarah kubur dapat mengobati hati yang keras. Sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ 

“Dulu aku pernah melarang kalian untuk ziarah kubur. Sekarang, silakan ziarah karena sungguh ziarah kubur dapat membuat kalian zuhud di dunia dan dapat mengingatkan kalian pada akhirat,” (HR Ibnu Majah).

Menurut Imam Qurthubi berziarah kubur memiliki dampak lebih besar bagi hati seseorang dibanding cara lainnya. Untuk melihat orang yang meninggal dan mengambil pelajaran dari peristiwa itu,  ini tidak bisa ditemukan setiap saat. Tetapi ziarah kubur bisa dilakukan setiap saat dan dampaknya lebih terasa di hati.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi