Minggu, 21/04/2024 - 02:19 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BOLALIGA INGGRIS

Hampir Gabung MU, Lewandowksi Ungkap Sempat Pusing Ladeni Aksen Skotlandia Sir Alex

ADVERTISEMENTS

Kapten timnas Polandia Robert Lewandowski.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

 KATALUNYA — Striker Barcelona, Robert Lewandowski, mengungkapkan bagaimana ia dirayu oleh manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, di masa lalu.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Peristiwa ini terjadi 12 tahun lalu, Lewandowski masih berada di Borussia Dortmund pada saat itu. Dengan United yang sedang mencari penyerang baru dan Lewandowski menjadi incaran, sebuah panggilan telepon datang langsung dari nomor Ferguson.

ADVERTISEMENTS

“Saya ingat betul momen tersebut,” ujar sang striker dalam sebuah wawancara dengan Sport Bild, Kamis (6/4/2023). 

Berita Lainnya:
Varane Siap Tempur untuk Laga MU Vs Chelsea

“Kami menjalani pertandingan persahabatan dengan Dortmund sebagai persiapan musim, saya pikir, melawan Bochum. Saya digantikan pada babak pertama,” ujar Lewandwoski menambahkan. 

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Saya melihat ponsel saya di ruang ganti. Ada sebuah pesan teks dengan pengirim +44. [Sir Alex] Ferguson mencoba menelepon saya dan kemudian mengirimi saya pesan. Dia ingin berbicara dengan saya,” kata dia. 

Lewandowski langsung penasaran. Tapi ia tetap tenang. Pemain asal Polandia ini lalu mandi dan baru kembali mengambil ponselnya. 

“Bahasa Inggris saya tidak sebagus sekarang. Dia memiliki aksen Skotlandia yang kental. Saya begitu fokus untuk memahami apa yang dia maksud. Ferguson mencoba untuk bersikap penuh perhatian; berbicara dengan perlahan,” kata sosok berusia 34 tahun ini. 

Berita Lainnya:
Pochettino Marah Pemain Chelsea Berebut Ambil Penalti dalam Kemenangan Atas Everton

“Saat itu saya masih berusia 22 tahun, itu adalah momen yang istimewa,” ungkapnya 

“Saya berbicara dengan (kepala eksekutif Dortmund Hans-Joachim( Watzke dan (saat itu pelatih kepala) Jurgen Klopp di kamp. Saya ingin pergi ke Man United! Tetapi mereka berkata: ‘Tidak ada kesempatan, Robert. Kami membutuhkanmu. Anda harus bertahan.”

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi