Senin, 27/05/2024 - 03:53 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Usai Dikritik Bima, Pemda Lampung Alokasikan 40 Persen APBD Bangun Jalan

JAKARTA — Usai mendapat kritikan keras dari tiktoker Bima Yudho Saputro, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung sepakat mengalokasikan 40 persen belanja APBD untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Hal ini merupakan salah satu poin kesepakatan dalam rapat koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pemerintah daerah se-Provinsi Lampung pada Selasa (18/4/2023).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni selaku pemimpin rapat, mengatakan, rapat virtual ini merupakan tindak lanjut atas arahan Mendagri Tito Karnavian. Tito meminta anak buahnya membahas alokasi dan pemanfaatan anggaran infrastruktur serta polemik pemberitaan terkait infrastruktur jalan di Lampung.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto dalam pertemuan itu memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung, khususnya anggaran infrastruktur. Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Utara mengungkapkan APBD kabupatennya hingga 2024 hanya bisa membiayai perbaikan untuk 65 persen jalan rusak.

Berita Lainnya:
KPU Bantah Dalil PPP Soal Perpindahan Suara di Banten

Fatoni mengatakan rapat tersebut menghasilkan sejumlah poin kesepakatan. Salah satunya adalah Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Lampung sepakat mengalokasikan 40 persen dari total belanja APBD untuk infrastruktur secara bertahap.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“(Alokasi 40 persen) itu di luar belanja bagi hasil dan/atau transfer kepada daerah dan/atau desa. Hal tersebut bersifat wajib dan telah sesuai dengan amanat Pasal 147 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022,” kata Fatoni,” kata Fatoni, dikutip dari siaran persnya, Rabu (19/4/2023).

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Poin kesepakatan lain adalah Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung akan membuat perencanaan terpadu terkait peningkatan sarana dan prasarana jalan di provinsi paling selatan di Pulau Sumatra itu.

Rapat itu dihadiri sejumlah pejabat Pemprov dan Pemkab dan Pemkot se-Provinsi Lampung. Namun, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi serta para bupati dan wali kota tidak ikut serta.

ADVERTISEMENTS

Sebelumnya, Tiktoker Bima Yudho Saputro dengan nama akun @awbimaxreborn membuat konten tentang penyebab Provinsi Lampung tak kunjung maju. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah karena banyak proyek infrastruktur mangkrak dan banyak jalan yang rusak. Dalam konten videonya di Tiktok itu, Bima juga menyebut Lampung sebagai provinsi “Dajjal”.

ADVERTISEMENTS

Video pendek itu viral dengan cepat. Merespons kritikan itu, Gubernur Lampung diduga malah mengintimidasi orang tua Bima. Bahkan, pengacara Gubernur Lampung melaporkan Bima ke polisi dengan tuduhan menyebarkan hoaks. Belakangan, Polda Lampung menghentikan penyelidikan laporan tersebut.

Berita Lainnya:
Ini Alasan Polisi Mengapa Tiga DPO Kasus Pembunuhan Vina tak Juga Tertangkap

Banyak keuntungan nabung di bank syariah loh. Intip-intip, Kamu nasabah di bank syariah mana yaa?

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi