Jumat, 19/04/2024 - 04:48 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIENERGI

Pertamina Eksplorasi Sumber Energi Baru untuk Optimalisasi Produksi

ADVERTISEMENTS

SOLO — PT Pertamina (Persero) terus berupaya mengeksplorasi sumber energi baru untuk optimalisasi produksi baik dari sisi minyak maupun gas.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Secara produksi, kalau target kami sebagai perusahaan mengamankan cita-cita pada 2030, yakni sebesar satu juta barel minyak/hari dan gas 12 miliar standar kaki kubik/hari,” kata Senior Manager External Communication and Stakeholder Relation Pertamina Hulu Energi (PHE) Eviyanti Rofraida di Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/5/2023).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Saat ini total produksi baik minyak maupun gas masih di kisaran 600 barel/hari. Terkait hal itu, pihaknya berupaya mempertahankan produksi dari sumber-sumber yang ada.

ADVERTISEMENTS

“Secara natural kan produksi akan menurun, bagaimana caranya kami mempertahankan penurunan alami tidak turun secara drastis. Ini dengan teknologi,” kata Evi.

Selain itu, dikatakannya, dengan mencari sumber-sumber baru. Sejauh ini ada sejumlah temuan baru tapi masih sebatas skala eksplorasi. “Apakah ini bisa diproduksi, perlu penanganan lebih jauh,” kata dia.

Berita Lainnya:
Pertamina Tambah 2,9 Juta Tabung LPG untuk Lebaran di Jatim  

Upaya lain, menurut dia Pertamina juga akan mengoptimalkan wilayah operasi di luar negeri. Di luar negeri, Pertamina juga punya wilayah operasi dan punya aspirasi untuk menambah wilayah operasi internasional.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Bisa menambah penyertaan modal kami ke perusahaan migas atau kami memang mencari baru,” kata Evi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengatakan peningkatan lifting harus segera dikejar agar 1,7 juta barel /hari dengan kemampuan saat ini hanya 600 barel/hari bisa selesai di 2024. Pertamina Hulu Energi harus mengejar target karena pasarnya juga jelas.

Ia mengatakan salah satu yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan sumber yang ada saat ini. Selain itu, sumber baru jadi hal penting dengan regulasi yang memberikan prospek bagi investasi.

“Investor diberikan ruang agar tertarik. China juga melakukan kerja sama dengan asing untuk eksplorasi. Minyak idealnya harus kita kuasai, apa harus memiliki. Idealnya begitu. Memiliki dan menguasai,” kata Evi.

Berita Lainnya:
Pertamina-Pelindo Teken Kerja Sama Penyesuaian Aset di Benoa Bali  

Meski demikian, jika kepemilikannya pada investor asing, setidaknya penguasaan ada pada negara. Seperti halnya China, eksplorasi dan eksploitasi 100 persen oleh asing tapi begitu minyak keluar dari perut bumi, negara menguasai.

“Keuntungan kita berikan, tetapi dampak benefit rasio terhadap pengurangan impor begitu tinggi,” ungkapnya.

Evi mengatakan jika Indonesia masih bergantung pada impor maka akan berbahaya pada stok energi di dalam negeri. Terlebih di tengah kondisi ekonomi global yang kacau seperti ini akibat perang Ukraina dan Rusia, ketersendatan logistik sangat mungkin terjadi.

(Optimalisasi produksi, Red.) sangat bermanfaat bagi pemenuhan energi di dalam negeri maupun pengurangan impor kita. Cadangan devisa kita yang lepas untuk beli minyak itu (dapat diminimalisasi, Red.),” kata Evi.

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi