Minggu, 25/02/2024 - 09:03 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Pemerintah Berhasil Bebaskan 20 WNI Korban TPPO dari Myanmar

ADVERTISEMENT

Valeria Buring, kakak sepupu Mayang menceritakan Mayang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Myanmar, Jumat (5/4/2023). Ia menunjukkan foto Mayang.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

JAKARTA – Sebanyak 20 warga negara Indonesia (WNI) korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui penipuan daring, berhasil dibebaskan dan dibawa keluar dari Myawaddy, Myanmar, kata Kementerian Luar Negeri RI.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Upaya pembebasan itu, kata Kemenlu RI dalam keterangan yang diterima pada Ahad (7/5/2023) dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon di Myanmar dan KBRI Bangkok di Thailand.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
25 Senator Desak Biden Maksimalkan Upaya Diplomatik Gencatan Senjata di Gaza

Atas kerja sama KBRI Yangon dengan jejaring lokal yang memiliki akses ke wilayah Myawaddy–tempat para WNI disekap, mereka dapat dibebaskan dan dibawa menuju perbatasan Thailand, kata Kemenlu. WNI tersebut dibawa ke perbatasan dalam dua gelombang yaitu pada 5 Mei 2023 sebanyak 4 orang dan 6 Mei 2023 sebanyak 16 orang.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Tim Pelindungan WNI KBRI Bangkok selanjutnya akan membawa mereka ke Bangkok untuk menjalani proses pemulangan.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

KBRI Bangkok disebutkan akan berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk perizinan repatriasi para korban kembali ke Indonesia.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
Hari Ini, 129 Tahun Lalu Olahraga Bola Voli Ditemukan

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah sedang berusaha mengevakuasi 20 pekerja migran Indonesia dari Myanmar yang diduga merupakan korban TPPO.

“Kita sedang berusaha membawa dan mengevakuasi agar mereka keluar. Kemenlu sudah dan sedang berusaha melakukan evakuasi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Sarinah, Jakarta, Kamis (4/5/2023).

Presiden mengatakan Kementerian Luar Negeri RI terus berkomunikasi dengan otoritas Myanmar agar para WNI itu dapat dipulangkan.

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi