Sabtu, 18/05/2024 - 03:10 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Kemenko Marves: Thailand Jadi Kompetitor Utama RI untuk Gaet Produsen Mobil Listrik

 JAKARTA — Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, menyebut persaingan antara negara ASEAN dalam mendapakan investasi dari produsen mobil listrik kian ketat. Thailand disebut menjadi kompetitor utama RI untuk bisa mengajak para pabrikan membangun basis produksinya di ASEAN.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin, mengatakan, di tengah upaya pemerintah untuk menggaet para produsen mobil listrik, Thailand kini telah memperoleh investasi dari sejumlah produsen mobil untuk membangun pabrik kendaraan listrik di sana.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Kompetitor utama adalah Thailand, sudah ada beberapa yang bikin pabrik di sana. Ada merk Horizon, Mitsubishi mau masuk. Terus terang, ada satu brand global lagi yang saat ini membandingkan kita dengan Thailand,” kata Rachmat dalam sebuah diskusi di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (31/5/2023) malam.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS
Berita Lainnya:
Indeks Kepercayaan Industri Tunjukkan Perlambatan Ekspansi pada April 2024

Thailand, kata Rachmat mempunyai kapasitas produksi cukup signifikan dan memberikan beberapa insentif untuk mendukung kendaraan listrik. “Bahkan bentuknya bukan hanya bea masuk, bukan hanya insentif fiskal lain, tapi dia kasih cash subsidi. Itu yang mereka berikan sehingga mobil itu jadi terjangkau buat masyarakat di sana,” katanya menambahkan.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Ia menuturkan, Tesla yang sebelumnya menjadi produsen mobil listrik terbesar kini tengah disalip oleh BYD, pabrikan asal China dengan volume produksi 2022 sebesar 1,85 juta unit naik 211 persen dari 2021. Sementra, Tesla kini menempati posisi kedua dengan produksi tahun lalu sebanyak 1,3 juta unit, meningkat 40 persen.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
VP Toyota Ungkap Alasan Masyarakat Pilih Mobil Hybrid

Adapun BYD saat ini telah berproduksi di Thailand, sedangkan Tesla belum sama sekali membangun pabriknya di kawasan ASEAN.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Sejauh ini, Indonesia telah memiliki Wuling Motors asal China dan Hyundai dari Korea yang telah berinvestasi untuk memproduksi mobil listrik di Indonesia. Sementara itu, ada Chery yang disebut Rachmat telah menyatakan ketertarikannya untuk masuk ke Indonesia.

ADVERTISEMENTS

“Jadi saat ini kita berpacu dengan waktu. Produsen lihat-lihat pasar ASEAN, datang ke Indonesia dulu, tapi mereka menanyakan keseriusan kita, karena kalau tidak serius dia ke industri negara lain,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi