Kamis, 30/05/2024 - 08:27 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Soal Definisi Bullying Dokter Residen, IDI: Jangan Sampai Ada Subjektivitas

JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengingatkan pentingnya memperjelas definisi bullying dalam Instruksi Menteri Kesehatan (Inmenkes) Nomor 1512 Tahun 2023. Tanpa definisi yang lebih detail, ia khawatir akan ada yang salah menerjemahkan aturan tersebut.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Jangan sampai nantinya ada subjektivitas dari ke dua belah pihak, bukan hanya peserta didik, tapi juga pendidik juga,” kata Adib dalam dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (25/7/2023).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Menurut Adib, jika definisi bullying tidak dipertegas, maka ke depannya aspek pendidikan bisa terdampak. Ia menyebut bakal ada ketakutan tindakan-tindakan yang menjadi kewajiban para peserta didik malah dijadikan alasan untuk menyerang pendidik dan murid senior.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Dalam tanda petik, karena definisi tidak jelas, nanti sedikit-sedikit akan diartikan sebagai bullying,” kata dia.

Menyoal upaya IDI dalam mengurangi aksi bullying, Adib menyebut ada Satgas Junior Doctors Network (JDN) yang berperan. Ia menjelaskan, laporan peserta didik yang menjadi korban bullying akan ditindaklanjuti, bahkan bisa ditangani secara hukum.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak
Berita Lainnya:
Menparekraf Siap Edukasi Pelaku Wisata untuk Pastikan Kembali Kelayakan Bus Pariwisata

“Jika ada masalah yang berkaitan dengan bullying, IDI bukan hanya mengadvokasi kepentingan peserta didik, tetapi juga memberikan bantuan hukum. Karena bukan tidak mungkin nanti ada hal subjektif, yang bukan tindakan bullying, tapi dianggap bullying,” jelas dia.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Saat menggelar konferensi pers soal Peraturan Bullying dalam UU Kesehatan di Jakarta, Kamis (20/7/2023), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya mendapat banyak keluhan praktik perundungan terhadap dokter magang atau dokter residen yang sedang melaksanakan program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya juga melakukan wawancara dan menemukan banyak dokter residen yang stres akibat perundungan fisik dan mental.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Kami menemukan, praktik perundungan ini baik untuk dokter umum, internship, maupun PPDS sudah terjadi puluhan tahun,” kata Budi.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
BREAKING NEWS Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali Resmi Ditahan KPK
ADVERTISEMENTS

Tindakan dari pimpinan atau peserta didik senior yang melakukan perundungan, menurut Budi, menyebabkan kerugian fisik dan mental yang besar terhadap peserta didik baru. Tak jarang, bullying juga berdampak pada kerugian finansial besar.

ADVERTISEMENTS

“Perundungan ini biasanya digunakan dengan alasan bahwa kita mesti membentuk karakter dokter-dokter mudanya. Saya setuju, dokter-dokter itu harus dibentuk, tapi dibentuknya kan bukan hanya dengan kekerasan, tapi kan harus dibentuk rasa empati, sayang kepada pasien, cara komunikasi, ini menurut saya penting,” tutur dia.

Aral melintang, saat melakukan konfirmasi ke pimpinan atau senior yang diduga kenal dekat atas suasana tersebut, Budi malah mendapatkan penolakan bahwa tidak ada perundungan. Padahal, para peserta didik muda, dia sebut hampir semua mendapatkan bullying dalam berbagai bentuk.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi