Senin, 27/05/2024 - 22:22 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Cina Bersedia Selesaikan Persoalan Maritim dengan Berdialog

Kapal filipina di Laut Cina Selatan. Filipina telah menempatkan boya navigasi di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina sebagai upaya menegaskan kedaulatan di Laut Cina Selatan (LCS) yang disengketakan.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

BEIJING — Cina bersedia menyelesaikan perselisihan maritim yang memanas dengan negara-negara tetangga melalui dialog. Cina sebelumnya merilis peta nasional 2023 yang memicu penolakan dari banyak negara tetangga, termasuk Malaysia, Filipina, Vietnam, dan India.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Cina selalu bersedia menyelesaikan perbedaan melalui dialog dengan negara-negara terkait dan mencari cara efektif untuk mengelola situasi maritim,” kata Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi seperti dikutip oleh media yang berafiliasi dengan pemerintah Cina Global Times pada Ahad (3/9/2023).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Tawaran tersebut diketahui dari pidato Wang di Global Town Hall 2023 melalui tautan video pada Sabtu (2/9/2023). Pernyataannya ini muncul beberapa hari setelah Cina merilis peta barunya “Peta Standar Cina Edisi 2023”.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
IRGC Benarkan Temuan Diduga Puing Helikopter Presiden Iran

Peta garis berbentuk U yang terkenal di Cina mencakup sekitar 90 persen Laut Cina Selatan. Jalur perairan ini sangat diperebutkan di dunia dan sumber perdagangan senilai lebih dari tiga triliun dolar AS berputar setiap tahunnya.

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Upaya kekuatan tertentu di luar kawasan untuk merusak perdamaian di Laut Cina Selatan tidak akan berhasil,” kata Wang lebih lanjut dikutip dari Anadolu Agency.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Sejalan dengan konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, Wang bercermin, krisis Ukraina tidak boleh terulang di Asia. Dia menegaskan keamanan regional harus ditingkatkan melalui dialog dan kerja sama.

ADVERTISEMENTS

Malaysia mengatakan sebelumnya, bahwa tidak mengakui klaim Cina di Laut Cina Selatan yang disengketakan sebagaimana diuraikan dalam peta baru yang dirilis. Menurut Kementerian Luar Negeri negara Asia Tenggara tersebut, peta itu mencakup wilayah maritim Malaysia dan peta tersebut tidak memiliki efek mengikat terhadap Malaysia.

ADVERTISEMENTS

Sedangkan New Delhi mengatakan, sikap Beijing dalam mengklaim wilayahnya adalah kebiasaan lama. “Langkah-langkah pihak Cina seperti itu hanya mempersulit penyelesaian masalah perbatasan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India Arindam Bagchi.

Berita Lainnya:
Cina: Komunitas Internasional Ingin Palestina Merdeka

Vietnam mengatakan, penerbitan peta serta klaim sembilan garis putus-putus Cina menunjukkan pelanggaran kedaulatannya. Peta Cina itu pun harus dianggap batal karena melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut. 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi