Rabu, 17/04/2024 - 21:43 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

AMERIKAINTERNASIONAL

Di KTT ASEAN, Wapres AS Tegaskan akan Terus Tekan Junta Myanmar

ADVERTISEMENTS

 JAKARTA – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengangkat isu Myanmar saat berpartisipasi dalam KTT ASEAN-AS yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9/2023). Dia menegaskan, Washington akan mempertahankan tekanan terhadap junta Myanmar.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“AS akan terus menekan rezim (junta) untuk mengakhiri kekerasan yang mengerikan tersebut dan membebaskan semua orang yang ditahan secara tidak adil serta membangun kembali jalan Myanmar menuju demokrasi inklusif,” ujar Harris dalam pertemuan yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Kendati demikian, Harris mengatakan, AS akan tetap mendukung upaya ASEAN menangani krisis Myanmar. “Kami akan terus mendukung Lima Poin Konsensus ASEAN,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS

Saat membuka KTT ASEAN Sesi Retreat Selasa (5/9/2023) lalu, Jokowi sempat memaparkan apa yang sudah dilakukan Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun ini terkait penanganan isu Myanmar. “Indonesia telah menjalin keterlibatan yang sangat intensif dengan lebih dari 145 engagement dengan 70 stakeholder dan telah dilakukan dalam 9 bulan,” ucapnya.

Berita Lainnya:
Polisi Yordania Pukuli Pengunjuk Rasa Anti-Israel

 

Jokowi mengklaim, saat ini kepercayaan sudah mulai terbangun antara para pihak atau pemangku kepentingan di Myanmar. “Kecuali dengan junta militer,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Menurut Jokowi, sekarang saatnya ASEAN terus mendorong dilakukannya dialog inklusif nasional sebagai kunci penyelesaian krisis politik di Myanmar. Namun dia mengakui, proses tersebut akan memakan waktu cukup panjang. 

“Oleh sebab itu demi kepentingan keluarga ASEAN, kita harus berani mengevaluasi diri, membahas permasalahan secara terbuka, dan mencari solusi bersama. Kita butuh upaya yang lebih taktis dan extraordinary untuk mengimplementasikan Lima Poin Konsensus,” kata Jokowi.

Berita Lainnya:
Dukungan Biden untuk Israel Terus Memicu Unjuk Rasa

ASEAN sendiri mengakui bahwa tidak ada kemajuan dalam penanganan krisis Myanmar. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengungkapkan, dalam KTT ASEAN Sesi Retreat, para pemimpin ASEAN meninjau implementasi Lima Poin Konsensus sesuai mandate KTT ASEAN ke-40 dan ke-41.

“Kesimpulannya, tidak ada kemajuan yang signifikan dalam implementasi Lima Poin Konsensus,” kata Retno kepada awak media di JCC. 

Menurut Retno, para pemimpin ASEAN memahami peliknya situasi terkait isu Myanmar. Kendati demikian, mereka tetap mengapresiasi Indonesia selaku ketua ASEAN tahun ini dalam mengupayakan penyelesaian krisis Myanmar. 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi