Kamis, 30/05/2024 - 01:10 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMISYARIAH

Perbankan Syariah Perkuat Implementasi GRC Terintegrasi

JAKARTA — Perbankan syariah perlu memperkuat implementasi governance, risk, and compliance (GRC) terintegrasi. Khususnya dalam merealisasikan pertumbuhan berkelanjutan yang sesuai dengan kebijakan dan regulasi yang berlaku.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Pasalnya, penerapan GRC terintegrasi dapat mensinergikan aspek governance structure, risk management dan compliance, serta environment, dan social,” kata Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Hery Gunardi dalam acara Seminar Nasional Asbisindo, Rabu (6/5/2023).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Hery memastikan komitmen Asbisindo sebagai wadah perkumpulan bank-bank syariah di Indonesia untuk terus membina dan mengembangkan bank syariah. Hal itu dilakukan agar bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Oleh karenanya, Asbisindo juga senantiasa menjadi mitra utama bagi pemerintah dan regulator dalam upaya pengembangan industri perbankan syariah di Tanah Air,” ujar Hery yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau (BSI).

 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Hery menegaskan, penguatan penerapan GRC terintegrasi sangat penting. Hal tersebut mengingat potensi pertumbuhan perbankan syariah di Tanah Air sangat besar. Dia memastikan, GRC terintegrasi akan mampu menjawab tantangan perbankan syariah pada era 4.0.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Layanan Gojek Plus Meluncur, Ini Keuntungan untuk Pengguna

“Pada era 4.0 memiliki karakteristik banking everywhere sehingga bank dituntut dapat memberikan layanan kepada nasabah di luar channel milik perbankan. Dalam hal ini, digitalisasi mengubah cara hidup, bekerja, dan berinteraksi satu sama lain,” ungkap Hery.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Hery mengakui saat ini tantangan yang muncul yaitu ketidakpastian karena ketidakstabilan ekonomi. Begitu juga dengan kekhawatiran terhadap risiko lingkungan, peningkatan kompleksitas dan regulasi, kinerja bisnis, keberlanjutan, tuntutan pemangku kepentingan, serta pendekatan terpadu dalam mendukung pengambilan keputusan.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

Oleh karena itu, Hery menilai implementasi GRC terintegrasi yang efektif dapat memastikan kepatuhan terhadap peraturan. Selain itu, Hery mengatakan perbankan juga dapat mengelola risiko dengan lebih baik dan menjaga integritas dalam operasional mereka.

ADVERTISEMENTS

“Hal ini menjadi langkah strategis membangun perbankan syariah di masa depan yang berkelanjutan,” tutur Hery.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama BSI Muliaman D Hadad menilai pentingnya integrasi dalam penerapan GRC. Muliaman mengatakan pentingnya mengintegrasikan tiga pilar penting dalam GRC menjadi tantangan kita.

Berita Lainnya:
Peluang Dibalik Pangsa Pasar Perbankan Syariah yang Masih Rendah

“GRC terintegrasi ini menjadi strategi sekarang, integrated approach. Terutama mengelola risiko. Tidak lagi dilihat stand alone function dan dilihat sebagai salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan berkesinambungan. Kita tahu good governance adalah salah satu cara untuk membangun ketahanan dari suatu lembaga,” jelas Muliaman yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2012-2017 itu.

Muliaman menuturkan pertumbuhan perbankan syariah sejak 2000 selalu lebih tinggi dari industri perbankan nasional. Pertumbuhan perbankan syariah juga selalu double digit.

Muliaman yang juga merupakan Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2012-2017 itu mengatakan secara market share perbankan syariah juga tidak terlalu banyak berubah yang masih berkisar tujuh persen.

“Oleh karena itu, menurutnya pertumbuhan perbankan syariah yang tinggi sulit berkelanjutan dan memperluas pangsa tanpa didukung dengan compliance dan governance yang baik,” jelas Muliaman.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi