Jumat, 14/06/2024 - 20:08 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Pertamina: RI Jadi Negara Terdepan Kembangkan Bioenergi

JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menegaskan, Indonesia telah menjadi negara terdepan dalam upaya pengembangan bioenergi berbasis bahan bakar nabati yang ramah lingkungan. Hal itu juga didukung dengan sumber daya alam di Tanah Air yang punya potensi besar untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Direktur Strategi Portfolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, A. Salyadi Saputra, menyampaikan, posisi Indonesia saat ini sekaligus dapat memberikan kontribusi lebih dalam upaya pengurangan emisi di dunia. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

“Mengingat kekayaan keanekaragaman hayati dan sumber daya alamnya, Indonesia telah menjadi yang terdepan dalam produksi dan pemanfaatan bioenergi,” kata Salyadi dalam Indonesia Sustainibility Forum (ISF) di Jakarta, Kamis (7/9/2023). 

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Ia mengatakan, Indonesia telah diberkati dengan beragam bahan baku. Seperti minyak sawit dan tebu yang kini telah dimanfaatkan untuk bauran bioenergi. 

Berita Lainnya:
BUMN Dukung Peningkatan TKDN Suku Cadang Melalui UMKM

Sebut saja seperti Biosolar B35 yang dibuat dari campuran Solar dan 35 persen minyak sawit. Terbaru, ada Pertamax Green 95 dengan campuran Pertamax dan lima persen etanol dari molases tebu. 

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Berinvestasi dalam bioenergi, khususnya biofuel sebagai pilihan terdekat untuk bisnis Pertamina saat ini dapat memberikan manfaat sekaligus berkontribusi terhadap masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Meski demikian, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengingatkan terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia yang tengah diupayakan pemerintah. Adapun, kendala terbesar adalah soal harga yang jauh lebih mahal dibandingkan bahan bakar fosil. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Kunjungi Konservasi Penyu, Pertamina Ajak Delegasi ASCOPE Melepas Tukik
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Nicke menuturkan, hal tersebut menjadi dilema yang dihadapi Indonesia di dalam upaya pengembangan EBT. Namun di sisi lain, negara-negara di dunia telah mendorong penyediaan energi ramah lingkungan dengan harga yang murah. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Kendati demikian, Nicke menegaskan, persoalan harga yang mahal lantas tidak menyurutkan upaya Pertamina dalam mengembangkan energi terbarukan. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
ADVERTISEMENTS

“Ketika kita berbicara tentang bahan bakar karbon, atau energi baru dan terbarukan, keseimbangan harga selalu menjadi prioritas utama kita terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia, bahkan mungkin di negara maju,” kata Nicke. 

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

 

 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ البقرة [22] Listen
[He] who made for you the earth a bed [spread out] and the sky a ceiling and sent down from the sky, rain and brought forth thereby fruits as provision for you. So do not attribute to Allah equals while you know [that there is nothing similar to Him]. Al-Baqarah ( The Cow ) [22] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi