Rabu, 28/02/2024 - 22:19 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kemenaker Respons Positif Kolaborasi Perguruan Tinggi Indonesia dan Korea

ADVERTISEMENTS

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor (kiri).

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

 JAKARTA — Kementerian Keteangakerjaan (Kemenaker) merespon positif kerja sama akademik antara perguruan tinggi Indonesia dan Korea untuk memperluas jaringan keilmuan dan mempromosikan kerja sama akademik yang lebih erat.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Menurut Wakil Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor kolaborasi perguruan tinggi Indonesia dan Korea diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan kapasitas SDM, pengkajian dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

“Saya berharap Nota Kesepahaman yang akan ditandatangani, dapat diimplementasikan dengan penuh komitmen oleh semua pihak sehingga dapat berjalan dan mulai operasional pada Tahun Akademik 2023, ” ujar Afriansyah Noor usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman 12 perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah III, 6 perguruan tinggi wilayah X, dan 4 Perguruan Tinggi Korea di kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/9/2023).

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
Faisal Basri: Debat Pamungkas Capres Antiklimaks

Afriansyah Noor menjelaskan permasalahan dalam pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia pada saat ini adalah kualitas tenaga kerja dan bertambahnya pengangguran. “Penyebabnya adalah jumlah tenaga kerja baru lulusan perguruan tinggi yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia, ” katanya.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Ikuti PEKERTI, Peserta Berstatus Dosen Mampu Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi

Sesuai data BPS Februari 2023, jumlah pengangguran lulusan sarjana dan diploma berada di angka 12 persen (sekitar 958.800 orang) dari total jumlah pengangguran sebanyak 7,99 juta orang. Penyebabnya adalah tidak link match antara Perguruan Tinggi dengan Pasar Kerja.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Kondisi tersebut menuntut para pihak pemangku kepentingan utamanya sektor pendidikan untuk bisa duduk bersama saling bersinergi dan berinovasi guna menekan angka pengangguran yang masih cukup tinggi, ” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi