Minggu, 25/02/2024 - 22:12 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Bagaimana Caranya?

ADVERTISEMENT

Remaja masjid bermain rebana mengiringi pembacaan risalah Maulid saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Muyassarin, Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (8/10/2022). Peringatan Maulid diisi dengan tausiyah, pembacaan risalah Maulid dan membagikan makanan kepada jamaah.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 JAKARTA — Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftahul Huda menyampaikan penjelasan tentang bagaimana cara seorang Muslim memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal. Tanggal tersebut jatuh pada 28 September 2023.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

“Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum yang sangat tepat untuk dijadikan sarana untuk menambah mahabbah (rasa cinta) kepada junjungan kita dan kekasih Allah SWT,” kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (20/9/2023).

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Heboh Namanya Disinggung dalam Film Dirty Vote, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin Tantang Feri Amsari Buktikan Omongannya

Bagi seorang Muslim, lanjut Kiai Miftah, cara untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah dengan memperbanyak sholawat kepada beliau SAW dan mempelajari jejak sejarah Nabi Muhammad SAW atau sirah nabawiyah.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Karena itu, dia mengatakan, perkara besar atau kecilnya jumlah orang yang memperingati Maulid tidak menjadi urgen atau hal yang perlu disoroti. “Tetapi isi yang ada di dalam Maulid itulah yang perlu diperhatikan,” tuturnya.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Pemimpin Ideal

Kiai Miftah juga mengingatkan, jangan sampai momentum yang luar biasa tersebut menjadi tidak baik karena isinya tidak baik. Maka, pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini, hendaknya membaca sholawat Nabi atau mempelajari sirah perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Adapun pelaksanaannya bisa di mana saja dan bisa dilakukan secara individu. Tidak harus berjamaah atau di masjid.

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi