Sabtu, 02/03/2024 - 09:57 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Waspadai Cuaca Panas, Ini Langkah BNPB

Api membakar hutan dan lahan (karhutla) kawasan Gunung Bromo terlihat di Pos Jemplang, Malang. BNPB menekankan penggunaan teknologi modifikasi cuaca untuk mewaspadai cuaca panas/ilustrasi

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

 JAKARTA–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan penggunaan teknologi modifikasi cuaca untuk mewaspadai cuaca panas di Kalimantan Barat beberapa hari ke depan menyusul prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).  Hal ini jika tidak ada potensi hujan, tetapi terdapat titik api dan dibutuhkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Kepala BNPB Suharyanto Suharyanto menggarisbawahi arahan Presiden Joko Widodo dalam penanganan karhutla agar jangan sampai membiarkan api besar dan terlambat dalam memadamkan. Menurutnya, api yang membakar lahan sekitar 10 hektar misalnya akan sangat sulit dan sia-sia apabila dilakukan pengeboman air. 

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj
Berita Lainnya:
Odysseus, Pesawat Luar Angkasa AS Pertama yang Mendarat di Bulan Setelah 50 Tahun

“Ini harus dilakukan dengan mendatangkan hujan,” ujar Suharyanto saat Rapat Koordinasi (rakor) Penanganan Darurat Bencana Karhutla di Provinsi Kalbar dikutip pada Kamis (21/9/2023).

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

Ia mengatakan, upaya ini dilakukan agar tidak berimplikasi ke bencana asap akibat karhutla seperti pada 2015 dan 2019. “Jangan sampai kita mengirim asap ke negara tetangga,” ujar Suharyanto.

ADVERTISEMENTS

 

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Namun demikian, dalam pantauannya kualitas udara di Kota Pontianak dan sekitarnya pun terpantau baik beberapa hari terakhir karena diguyur hujan. Meskipun tidak tercatat adanya hot spot di wilayah Kalbar, Suharyanto meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla dari berbagai unsur seperti pemerintah daerah, TNI dan Polri untuk memastikan api yang sudah padam benar-benar padam. “Takutnya kalau kering lagi, nanti dapat kembali terbakar,” ujarnya. 

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Intensitas Hujan Meningkat, Potensi Longsor Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Hari ke Depan

Suharyanto mencontohkan kasus karhutla di Provinsi Sumatra Selatan beberapa waktu lalu. Saat titik api muncul dan membesar, maka akan sulit dipadamkan.

“Kalau api sudah besar seperti di Sumsel, ini sangat sulit untuk dipadamkan. Meskipun ada tiga helikopter water-bombing, ini seperti disiram air namun tidak signifikan. Satu-satunya cara kalau api sudah besar, kita datangkan hujan,” ujarnya.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi