Senin, 26/02/2024 - 04:15 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EDUKASI
EDUKASI

Kemendikbudristek: Evakuasi dan Identifikasi Koleksi Museum Nasional Butuh Dua Pekan

ADVERTISEMENT

 JAKARTA — Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, mengestimasi Tim Evakuasi Penyelamatan Koleksi Museum Nasional Indonesia (MNI) butuh waktu dua pekan untuk menyelesaikan proses evakuasi dan identifikasi tahap awal. Tapi, agar tak mengorbankan kondisi koleksi yang sebagian telah rusak, pihaknya tak mematok target waktu tertentu. 

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

“Perlu saya tekankan, Tim Evakuasi Penyelamatan Koleksi MNI di sini berkomitmen pada prioritas penyelamatan dan evakuasi dengan sebaik-baiknya dan tidak mengorbankan kondisi koleksi yang sebagian telah rusak. Sehingga, proses ini tidak terpaut pada orientasi target waktu,” ujar Mahendra lewat keterangannya, Jumat (22/9/2023). 

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Dia menjelaskan, ada empat tahapan yang dilewati pada proses penanganan koleksi benda bersejarah yang terdampak. Pertama adalah proses evakuasi, dilanjutkan ke proses identifikasi. Setelah pendataan dilaksanakan pada proses kedua, yakni identifikasi tahap awal, koleksi benda bersejarah akan memasuki tahapan selanjutnya tahap ketiga, yakni proses klasifikasi.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Kemendikbudristek-PTNBH Bahas Standar Operasional dan UKT, Apa Hasilnya?

 

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Proses klasifikasi merupakan tahap untuk menentukan tingkat kerusakan pada koleksi benda bersejarah yang terdampak sehingga tahap keempat, yaitu penanganan untuk pemulihan, dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. Semua itu dia sebut sangat teknis dan kompleks serta membutuhkan strategi yang memastikan keamanan koleksi maupun tim yang menjalankan. Seluruh proses itu akan dijadikan laporan untuk menyusun rencana restorasi dan pengamanan kedepannya.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

 

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Kami tetap berjuang dari pagi sampai malam setiap harinya, meskipun masih ada area yang belum aman dari risiko bangunan yang runtuh. Prioritas kami adalah memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan progresif setiap hari. Dalam penanganan ini, kami mengandalkan kelompok tim khusus yang terampil dalam teknik pengangkutan menggunakan alat berat secara hati-hati,” kata Mahendra.

Berita Lainnya:
Kemendikbudristek Ingatkan PTN Cari Skema Pendanaan yang Aman untuk Mahasiswa

Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 60 petugas Tim Khusus Penanganan Unit MNI yang terdiri dari Tim Evakuasi, Tim Identifikasi, dan Tim Laboratorium Konservasi bekerja sama dengan lebih dari 100 personel dari pihak kepolisian dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Pemerintah Daerah DKI Jakarta terus bekerja.

Pascadiperbolehkannya penyelamatan koleksi yang terdampak empat hari yang lalu, mereka telah mendapatkan pencapaian pengidentifikasian 126 koleksi benda bersejarah berdasarkan data yang diperoleh pada hari Rabu (20/9/2023). Jumlah tersebut masih terus bertambah hingga hari ini dan belum termasuk bagian atau fragmen koleksi yang ditemukan dan berhasil dievakuasi.

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi