Minggu, 25/02/2024 - 22:14 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Malaysia Tunggu Janji Cina Soal Negosiasi Ulang Teritorial Laut Cina Selatan

ADVERTISEMENT

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bahwa Cina telah memberikan jaminan bahwa mereka akan terus bernegosiasi dengan negara-negara Asia Tenggara mengenai Laut Cina Selatan

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

KUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bahwa Cina telah memberikan jaminan bahwa mereka akan terus bernegosiasi dengan negara-negara Asia Tenggara mengenai klaim teritorial yang dipersengketakan di Laut Cina Selatan. Cina berjanji akan menghindari tindakan-tindakan yang beresiko menimbulkan eskalasi di wilayah ini.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Berbicara kepada CNN dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Sabtu (23/9/2023), Anwar mengatakan bahwa Perdana Menteri Cina Li Qiang memberikan jaminan tersebut setelah Beijing merilis sebuah peta dengan “10 garis putus-putus” bulan lalu yang tampaknya memperluas klaimnya di perairan yang disengketakan.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Israel Makin Membabi-buta Serang Rumah Sakit

Malaysia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya telah menolak peta tersebut. Anwar mengatakan bahwa Li “jelas dan tegas” saat mengatakan bahwa Cina akan terus bernegosiasi dan tidak akan “melakukan tindakan apa pun yang akan memanaskan atau menyebabkan pertikaian dengan rekan-rekan kami, teman-teman kami di kawasan ini.”

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Tak Punya Hati, Menteri Israel Malah Bangga Melihat Penderitaan Perempuan Palestina

“Itu sangat meyakinkan,” kata Anwar kepada jurnalis CNN Christiane Amanpour.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Anwar mengatakan bahwa Malaysia tetap prihatin dengan meningkatnya ketegangan di wilayah Laut Cina Selatan. Karena Cina berusaha untuk menegaskan klaim kedaulatannya atas Taiwan.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Anwar menambahkan bahwa kedua belah pihak perlu menghindari “provokasi yang tidak perlu” yang dapat mempengaruhi wilayah tersebut.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi