Kamis, 30/05/2024 - 08:12 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Batalyon ‘Orang Gila’ dalam Pasukan Ottoman, Hadapi Musuh dengan Tamparan

JAKARTA — Pada perang zaman dulu, pertempuran terjadi dengan menggunakan pedang atau senjata kuno lainnya. Namun bagaimana jika seorang prajurit kehilangan senjata dalam pertempuran? Bagaimana dia bertahan?

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Ternyata tentara Ottoman menemukan senjata yang efektif dalam kondisi itu, yakni dengan menampar. Cara unik ini kemudian melekat dengan pasukan Ottoman hingga disebutlah ‘Tamparan Ottoman’.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Prajurit yang kehilangan pedang dalam sebuah pertempuran, membela diri dengan cara menampar musuh. Dan menariknya, tamparan tersebut dapat menyebabkan kematian musuh kala itu. Tamparan ini bukanlah tamparan biasa, sebab ada teknik khususnya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Ini dimulai pada akhir abad ke-13 Masehi. Ketika Kesultanan Turki Utsmani didirikan oleh Osman Ghazi (Osman bin Ertugrul) di akhir abad ke-13 Masehi, ada berbagai ekspedisi militer yang dilakukan. Salah satu contohnya ialah kemenangan Ottoman pada tahun 1301 dalam pertempuran di Bapheus, sebuah distrik sekitar Ismit atau Nikomedia, sekitar 100 kilometer arah tenggara Konstantinopel.

Berita Lainnya:
Menghindari Hal Berlebihan, Begini Doa yang Diucapkan Nabi Muhammad SAW

Keberhasilan Osman Ghazi merupakan petanda awal datangnya masalah besar bagi kedaulatan Bizantium di kemudian hari. Saat itu, pasukan Muslim berhasil merebut benteng-benteng Romawi Timur dalam sebuan pada malam hari. Selain Kota Bilecik, Ottoman juga dapat menduduki Indegol, Yenisehir, Anagourdia, dan Platanea.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Berdasarkan keterangannya, dapat dipastikan bahwa hingga 1308, Ottoman di bawah kepemimpinan Osman Ghazi menguasai wilayah dekat pesisir timur Laut Marmara, berbatasan hingga Bursa, Iznik (Nicaea), dan Danau Sapanca. Penentu keberhasilan ini adalah strategi militer yang jitu. Salah satunya adalah dengan memberdayakan kalangan petani yang masih bujang.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Pada awal kepemimpinan Osman Ghazi, pasukan negara modern Turki Utsmani sebagian besar terdiri dari sukarelawan. Sebelum Orhan Ghazi (Orhan bin Osman/putra Osman Ghazi) membentuk pasukan Janissari, sudah ada ratusan pejuang yang berbondong-bondong datang ke wilayah Kesultanan Utsmani.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Hikmah dan Manfaat Melaksanakan Kurban

Puluhan batalyon dan divisi militer dibentuk. Salah satu divisi militer yang legendaris adalah “Divisi Azab”, yang mendahului berdirinya tentara Janissari. Divisi Azab berperan sebagai Batalyon Al-Aqnji. Batalyon ini dijuluki Katibah Al Majanin, yang artinya Batalyon Orang-Orang Gila.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

Divisi Azab Ottoman mengacu pada batalyon yang dibentuk dari para petani yang belum menikah. Pada awal berdirinya, kesukarelaan untuk mengabdi di Divisi itu hanya terbatas pada Ottoman di Anatolia. Setelah itu, barulah dibuka kesempatan pada abad ke-16 Masehi bagi seluruh bujangan di provinsi Ottoman untuk menjadi sukarelawan di kelompok bujangan.

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi