Minggu, 25/02/2024 - 08:16 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Sianida Ternyata Ada di Makanan Ini, Apakah Mengonsumsinya Berbahaya?

ADVERTISEMENT

JAKARTA — Senyawa kimia sianida kembali mencuat setelah film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tayang di Netflix Mulai 28 September 2023. 

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Dilansir laman Health, sianida adalah racun yang bereaksi cepat dan bisa mematikan. Namun tahukah Anda sianida juga terdapat di dalam makanan alami yang dikonsumsi manusia. Berikut ini merupakan beberapa makanan yang mengandung sianida:

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

1. Biji ceri 

ADVERTISEMENT

Biji keras di tengah buah ceri mengandung asam prussic, juga dikenal sebagai sianida, yang beracun. Namun tidak perlu panik jika tidak sengaja menelan salah satunya biji utuh ini akan melewati sistem tubuh Anda dan keluar dari tubuh. Dilansir WebMD, Selasa (3/10/2023), hindari mengunyah atau menghancurkan biji saat Anda memakan ceri. 

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

 

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

2. Biji apel

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Biji apel juga mengandung sianida. Untungnya, biji apel memiliki lapisan pelindung yang mencegah sianida yang masuk ke sistem tubuh jika Anda memakannya secara tidak sengaja. 

Tapi ada baiknya untuk berhati-hati. Bahkan dalam dosis kecil, sianida dapat menyebabkan pernapasan cepat, kejang, dan kemungkinan kematian. 

Berita Lainnya:
Bawaslu Hadiri Acara Next-Gen BUMN, Erick Thohir: Saya Welcome

3. Elderberry

Anda bisa mengonsumsi buah elderberry sebagai sirup atau suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengobati gejala pilek atau flu atau sembelit. Namun mengonsumsi buah mentahnya, kulit kayu, atau daun elderberry dapat membuat Anda merasa lebih buruk. Makanan ini mengandung lektin dan sianida, dua bahan kimia yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. 

4. Almond 

Kacang almond baik pahit dan manis mengandung amygdalin, senyawa kimia yang dapat berubah menjadi sianida. Tetapi almond pahit sejauh ini memiliki kadar tertinggi. 

Mengonsumsi kacang almond manis aman untuk dijadikan camilan, namun mengonsumsi kacang almond pahit yang tidak diolah dapat menyebabkan kram, mual, dan diare. 

Selain itu, sianida dapat diproduksi oleh bakteri jamur, dan alga tertentu. Senyawa kimia ini juga ditemukan dalam makanan seperti bayam, rebung, kacang lima dan tapioka. 

Di sisi lain, dilansir Bon Appetit, hidrogen sianida mematikan dengan kadar sekitar 1,52 miligram (mg) per kilogram (kg). Artinya, diperlukan sedikit lebih dari 0,1 gram racun untuk membunuh manusia seberat 150 pon atau sekitar 68 kg. 

Berita Lainnya:
Film Kontroversial Dirty Vote Ditonton 1,2 Juta Lebih Penonton dalam Waktu Singkat, Zainal: Melawan Sehormat-hormatnya

Satu buah ceri menghasilkan sekitar 0,17 gram sianida yang mematikan per gram bijinya, jadi tergantung pada ukuran bijinya, menelan satu atau dua biji yang baru dihancurkan saja dapat menyebabkan kematian. 

Anda harus benar-benar menumbuk biji apel sebelum senyawa pembuat sianida dapat bekerja. Biji apel mengandung sekitar 700 mg hidrogen sianida per kilogram.

Berarti, Anda memerlukan sekitar 100 gram biji apel untuk membunuh orang seberat 150 pon atau sekitar 68 kg. 

Jumlah tersebut hampir seperempat pon biji apel  atau sekitar 0,11 kg, tanpa daging apel asli. Dengan asumsi satu biji apel memiliki berat sekitar setengah gram, itu berarti Anda harus makan sebanyak 200 biji. 

Sebuah apel di supermarket pada umumnya mengandung sekitar delapan biji. Jadi, jika Anda benar-benar ingin keracunan sianida, Anda harus makan setidaknya 25 inti apel sekaligus. 

 

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi