Senin, 27/05/2024 - 22:53 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Sukses Mendarat di Bulan, Pesawat Ruang Angkasa India Kini Menuju Pusat Tata Surya

 JAKARTA — Badan antariksa India menyampaikan, pesawat luar angkasa India yang bertugas memantau matahari telah mencapai tahap penting dalam perjalanannya menuju pusat tata surya. Hal ini terjadi beberapa hari setelah kekecewaan karena misi penjelajah bulan mereka tidak berhasil.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Misi Aditya-L1, yang memulai perjalanannya selama empat bulan menuju pusat tata surya pada 2 September, membawa peralatan untuk mengamati lapisan terluar matahari. “Pesawat antariksa itu telah melewati pengaruh gravitasi Bumi,” kata pernyataan dari Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) pada Sabtu (30/9/2023), dilansir Phys, Selasa (3/10/2023).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Aditya, yang dinamai sesuai dengan dewa matahari dalam mitologi Hindu, telah menempuh perjalanan sejauh 920 ribu kilometer, yang merupakan setengah dari total jarak perjalanan yang direncanakan. Pada saat mencapai titik ini, gaya gravitasi antara dua objek astronomi tersebut hilang, sehingga misi tersebut tetap dalam orbit halo yang stabil di sekitar bintang terdekat kita.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak
Berita Lainnya:
Gelombang Panas Diduga Sebabkan Dua Orang Warga India Meninggal Dunia  

Badan ISRO juga mencatat ini kedua kalinya mereka berhasil mengirimkan pesawat luar angkasa ke luar lingkup pengaruh Bumi, yang pertama adalah Misi Pengorbit Mars pada tahun sebelumnya. Pada Agustus, India mencapai prestasi sebagai negara pertama yang berhasil mendaratkan pesawat di dekat kutub selatan bulan, yang sebagian besar belum pernah dijelajahi oleh manusia.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

 

Ini juga menjadikan India negara keempat yang berhasil mendarat di bulan. Meskipun rover Pragyan sempat mengamati sekitar lokasi pendaratan, operasinya harus dihentikan ketika malam bulan tiba, yang berlangsung sekitar dua pekan di Bumi.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

India berharap untuk memperpanjang misi ini dengan menghidupkan kembali kendaraan bertenaga surya, setelah matahari kembali bersinar di permukaan bulan. Namun, hingga saat ini, belum ada kabar atau tanda-tanda kehidupan dari rover tersebut. “Tidak masalah jika penjelajah bulan tidak dapat dihidupkan kembali karena penjelajah telah mencapai tujuannya dengan baik,” ujar Kepala ISRO, S. Somanath.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Terdampak Erupsi Gunung Ruang, Bandara Djalaluddin Gorontalo Ditutup Sementara

India telah memiliki sejarah prestasi di bidang penjelajahan luar angkasa, termasuk menjadi negara Asia pertama yang menempatkan pesawat di orbit sekitar Mars pada 2014. Mereka juga memiliki rencana untuk meluncurkan misi berawak ke orbit Bumi dalam waktu tiga tahun mendatang.

ADVERTISEMENTS

Meskipun Amerika Serikat dan Badan Antariksa Eropa telah mengirim banyak wahana luar angkasa ke pusat tata surya sejak program Pioneer NASA pada 1960-an, jika berhasil, misi terbaru ISRO ini akan menjadi yang pertama yang dilakukan oleh negara Asia yang akan ditempatkan dalam orbit mengelilingi matahari. 

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi