“Seluruh distrik baru saja terhapus,” katanya.
Tiga jurnalis Gaza tewas ketika sebuah rudal Israel menghantam sebuah gedung saat mereka berada di luar untuk meliput, sehingga jumlah jurnalis yang terbunuh menjadi enam. Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk mengatakan warga sipil menjadi korban dalam serangan terhadap blok menara, sekolah dan gedung PBB.
“Hukum humaniter internasional sudah jelas: kewajiban untuk selalu berhati-hati untuk menyelamatkan penduduk sipil dan benda-benda sipil tetap berlaku selama serangan terjadi,” katanya.
Di Israel, masih belum ada penghitungan resmi lengkap mengenai korban tewas dan hilang akibat serangan Sabtu. Di kota selatan Be’eri, di mana lebih dari 100 jenazah telah diambil, para sukarelawan yang mengenakan rompi kuning dan masker wajah dengan khidmat membawa korban tewas keluar rumah dengan tandu.
Jejak darah yang panjang dan lebar mengalir di sepanjang lantai sebuah rumah tempat mayat-mayat diseret ke jalan dari dapur yang berlumuran darah dan berserakan dengan perabotan yang terbalik.
“Hal yang paling saya inginkan adalah bangun dari mimpi buruk ini,” kata Elad Hakim, seorang penyintas festival musik di mana Hamas membunuh 260 pengunjung pesta saat fajar. “Semuanya begitu menakjubkan, pesta terbaik yang pernah saya hadiri dalam hidup saya, hingga… dari surga ke neraka, dalam satu detik.”
Langkah Israel selanjutnya bisa berupa serangan darat ke Jalur Gaza, wilayah yang ditinggalkannya pada 2005 dan terus diblokade sejak Hamas mengambil alih kekuasaan di sana pada 2007. Pengepungan total yang diumumkan pada Senin, (9/10/2023) bahkan akan menghalangi makanan dan bahan bakar untuk mencapai jalur tersebut.
Israel juga menyerang gerbang perbatasan di satu-satunya penyeberangan dari Gaza ke Mesir. Beberapa jam sebelumnya mereka telah menyarankan warga Gaza untuk melarikan diri ke Mesir, namun kemudian mengeluarkan klarifikasi cepat yang mengatakan bahwa penyeberangan tersebut ditutup.
Para agen Hamas “tidak punya tempat untuk bersembunyi di Gaza”, kata Juru Bicara Militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari. “Kami akan menjangkau mereka di mana saja.”
Israel benar-benar lengah akibat serangan pada Sabtu itu sehingga butuh waktu lebih dari dua hari untuk akhirnya menutup tembok penghalang berteknologi tinggi bernilai miliaran dolar, yang dimaksudkan agar tidak bisa ditembus.
Hagari mengatakan pada Selasa pagi bahwa tidak ada infiltrasi baru dari Gaza sejak hari sebelumnya.
Para pemimpin Israel sekarang harus memutuskan apakah akan membatasi pembalasan mereka demi melindungi para sandera. Juru bicara Hamas Abu Ubaida mengeluarkan ancaman pada hari Senin untuk membunuh satu tawanan Israel untuk setiap pemboman Israel terhadap rumah warga sipil tanpa peringatan – dan untuk menyiarkan pembunuhan tersebut.






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…