Kamis, 30/05/2024 - 07:54 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Pakar Minta Masyarakat Jangan Anggap Enteng Virus Meski COVID-19 Reda

 JAKARTA — Pakar infeksi dan penyakit tropis anak RS Dr. Cipto Mangunkusumo Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.TropPaed meminta masyarakat tidak lalai menjaga kebersihan dan tidak menganggap enteng ancaman virus meskipun COVID-19 telah reda.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“COVID-19 terkendali karena cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, vaksin, virus lain ngga ada tempat, tapi kuman lain muncul lagi karena kewaspadaan juga menurun, lalai, dan menganggap enteng,” kata Prof. Hinky di Jakarta, Sabtu, berkaitan dengan Hari Cuci Tangan Sedunia yang diperingati setiap 15 Oktober.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Ia mengatakan setelah COVID-19 reda, memang tren penyakit kini bergeser dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Di sisi lain, masyarakat juga menjadi cenderung mengabaikan kebersihan diri sehingga muncul kembali berbagai penyakit saluran cerna seperti muntah, diare, dan juga yang masuk melalui saluran pernapasan seperti demam, pilek, serta sesak napas yang sulit sembuh.

Berita Lainnya:
Skincare dengan Kandungan Pemutih Paling Digemari di Indonesia

Prof Hinky menegaskan kembali bahwa masyarakat jangan lengah karena virus bisa kapan saja menyerang. Upaya-upaya menjaga kesehatan seperti yang dilakukan ketika pandemi harus tetap dijaga.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Upayanya nggak berbeda yang pernah dilakukan masa COVID-19, jadi cuci tangan, pakai masker, jaga sirkulasi udara baik, jaga jarak, hindari kerumunan dan vaksinasi, jadi tetap siaga, karena kuman siap terus menyerang,” katanya.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Ia menambahkan, kebiasaan mencuci tangan merupakan cara paling mudah dan cepat sebagai upaya mengurangi risiko terinfeksi.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Selain juga upaya melakukan vaksinasi, pemenuhan gizi, olahraga, istirahat, perilaku bersih, dan sehat harus menjadi kebiasaan hidup agar bisa menjadi benteng terhadap kuman dan bibit penyakit.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Polusi Bisa Mengurangi 2,5 Tahun Usia Harapan Hidup Penduduk Indonesia
ADVERTISEMENTS

“Pakai sabun, air bersih mengalir mengurangi risiko transmisi, kuman di tangan hilang secara instan,” kata Hinky.

ADVERTISEMENTS

Hinky mengatakan cuci tangan harus rutin dilakukan setiap kali memiliki risiko tercemar. Cuci tangan yang dilakukan dengan langkah-langkah yang baik bisa membersihkan seluruh tangan.

Selain itu, kebiasaan memakai masker juga masih perlu diterapkan untuk menghindari kontaminasi virus dan kuman yang menyerang saluran pernapasan.

Selain daya tahan tubuh yang menurun, penularan penyakit juga disebabkan karena lingkungan sehingga kurangi aktivitas di luar jika kondisi cuaca dan polusi sudah di ambang batas.

“Di ruangan tertutup pakai penyaring udara supaya disaring itu yang paling optimal yang bisa kita lakuin. Pakai masker bukan buat COVID-19 saja tapi buat virus rhino, adeno, influenza, parainfluenza,” demikian Hinky menerangkan.

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi