ACEH
ACEH

Perempuan Penyintas dan Kelompok Marginal di Aceh Ikut Bimtek Kewirausahaan Perspektif Gender

ASPPUK tersebar di 20 provinsi di Indonesia dengan kegiatan utamanya peningkatan kapasitas melalui pelatihan pendampingan dan penguatan kelompok, riset dan advokasi kebijakan gender, mendorong kepemimpinan perempuan dalam bisnis, penguatan dan pengembangan lembaga keuangan, serta pengembangan jaringan pasar.

“Saat ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerjasama dengan ASPPUK melaksanakan bimtek kewirausahaan gender dan pendampingan bagi perempuan penyintas kekerasan dan kelompok rentan di 6 provinsi, yaitu Aceh, Bengkulu, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Bali, dan Maluku. Di Aceh, Bintek dilaksanakan di Kota Banda Aceh dan Aceh Utara” tutur Firdaus.

Riswati yang juga sebagai Ketua Dewan Pengawas ASPPUK mengatakan pelatihan melalui kewirausahaan berbasis gender, mereka dapat memperoleh dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengatasi tantangan sosial dan ekonomi yang mereka hadapi.

Berita Lainnya:
Pemkab Aceh Besar Tuntaskan Beragam Program Infrastruktur Sepanjang 2025

Selama tiga hari peserta diberi pemahaman bagaimana berwirausaha melihat dari sudut pandang gender. Peserta mendapatkan penguatan perspektif gender, dilatih memetakan ide usaha, membuat analisis SWOT, strategi pemasaran. Peserta juga dilatih digital marketing seperti belajar desain logo atau produk, strategi pemasaran, hingga pencatatan keuangan sederhana dan leadership.

Salah satu contoh persoalan bisnis yang tidak berbasis gender ketidaksetaraan dalam kesempatan kerja dan gaji antara laki-laki dan perempuan, kemudian diskriminasi dalam perekrutan dan promosi karyawan berdasarkan jenis kelamin.

Misalnya, ketika perusahaan lebih cenderung memilih atau laki-laki daripada perempuan untuk posisi manajerial tertentu, meskipun kualifikasi dan pengalaman mereka sama. Selain itu kurangnya akses perempuan terkait modal dan sumber daya untuk mengembangkan bisnis mereka.

Berita Lainnya:
Tarik Tirai, Bupati Aceh Besar Resmikan Program VISUM Masjid Babussalam Lamkunyet

“Hal ini menciptakan ketidaksetaraan gender di tempat kerja dan menghambat peluang karier perempuan, tanpa mempertimbangkan potensi dan kemampuan mereka secara adil,” jelasnya.

Dengan meningkatkan kapasitas dan keterampilan di bidang ekonomi, mereka dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian diri serta keluarga.

Salah satu peserta bimtek, Lisnawati, mengungkapkan rasa senang dan terima kasihnya bisa mengikuti kegiatan ini. Ia berharap bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk mengembangkan usahanya.

“Saya senang sekali bisa ikut bimtek ini. Belajar banyak hal baru tentang wirausaha. Saya berharap bisa menerapkan ilmu ini untuk mengembangkan usaha saya. Terima kasih kepada ASPPUK, Flower Aceh, KPPPA, yang sudah memberikan kesempatan ini kepada kami,” kata Lisna.

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya