Senin, 20/05/2024 - 21:32 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Gawat, Kelamaan Duduk Tingkatkan Risiko Demensia

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di JAMA telah mengungkapkan bahwa duduk terlalu lama meningkatkan risiko demensia.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di JAMA telah mengungkapkan bahwa duduk terlalu lama, baik di tempat kerja maupun di rumah, dapat meningkatkan risiko terkena demensia, bahkan jika seseorang rajin berolahraga. Para peneliti menemukan bahwa efek negatif dari duduk berjam-jam dapat sangat berpengaruh, dan risikonya tetap tinggi bahkan bagi individu yang berolahraga secara teratur.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Penelitian ini melibatkan 49.841 pria dan wanita berusia 60 tahun atau lebih, dan hasilnya menegaskan bahwa perilaku menetap seperti duduk dapat meningkatkan risiko terkena demensia. “Temuan ini mendukung gagasan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk perilaku duduk dapat meningkatkan risiko demensia,” kata seorang profesor neurologi di Boston University yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Andrew Budson, dilansir The Washington Post, Jumat (20/10/2023).

Berita Lainnya:
Ada yang Kena Serangan Jantung Saat Berolahraga, Tepuk Punggung-Tusuk Jari Bisa Membantu?

Hasil penelitian ini juga menyoroti betapa besar dampak duduk pada kesehatan pikiran dan tubuh, dan menunjukkan bahwa olahraga saja mungkin tidak cukup untuk melindungi diri dari risiko ini. Dampak buruk duduk telah diketahui sebelumnya, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan kematian dini. Bahkan bagi mereka yang berolahraga, duduk berlebihan dapat menghilangkan beberapa manfaat metabolisme yang diharapkan dari aktivitas fisik.

Penelitian ini mencari tahu apakah duduk juga berdampak pada kesehatan otak, dan hasilnya mengungkapkan bahwa duduk yang berlebihan meningkatkan risiko demensia. Risiko semakin besar bagi mereka yang menghabiskan lebih dari 10 jam sehari duduk, dan risiko demensia bahkan meningkat hingga 63 persen lebih tinggi pada individu yang duduk lebih dari 12 jam.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Gerakan Push-Up Bisa Kencangkan Otot, Berapa Kali Ideal Dilakukan Agar Hasil Maksimal?

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa olahraga tidak dapat sepenuhnya mengatasi dampak buruk duduk, karena orang yang berolahraga tetapi duduk sepanjang hari memiliki risiko yang sama tingginya terkena demensia.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Seorang profesor ilmu biologi dan antropologi di University of Southern California yang memimpin penelitian, David Raichlen memberikan panduan tentang bagaimana individu dapat mengurangi risiko demensia dengan menghindari perilaku duduk berlebihan. Menurut Raichlen, cara terbaik untuk mengurangi risiko demensia adalah dengan mengurangi duduk secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang tidak banyak bergerak selama 9,5 jam sehari tidak mengalami peningkatan risiko demensia.

Bagi pekerja yang harus berada lama di depan komputer disarankan….

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

 

 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi