Senin, 27/05/2024 - 22:47 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Indikator Awal Demensia, Ini Perubahan yang Harus Diperhatikan Setelah Usia 50 Tahun 

Demensia (ilustrasi). Kenali sejumlah perubahan yang menjadi gejala awal demensia.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

JAKARTA — Demensia sering kali dianggap sebagai masalah ingatan, seperti ketika orang lanjut usia menanyakan pertanyaan yang sama atau salah meletakkan sesuatu. Pada kenyataannya, individu dengan demensia tidak hanya mengalami masalah di bidang kognisi lain seperti pembelajaran, pemikiran, pemahaman dan penilaian, namun mereka juga mungkin mengalami perubahan perilaku. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Dilansir The Conversation, Jumat (20/10/2023), ketika perubahan kognitif dan perilaku mengganggu kemandirian fungsional seseorang, orang tersebut dianggap menderita demensia. Namun, ketika perubahan kognitif dan perilaku tidak mengganggu kemandirian individu, tetapi masih berdampak negatif terhadap hubungan dan kinerja di tempat kerja, maka perubahan tersebut masing-masing disebut sebagai gangguan kognitif ringan (MCI) dan gangguan perilaku ringan (MBI). 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak
Berita Lainnya:
Orang Bertubuh Tinggi Punya Banyak Keuntungan Menurut Studi, Benarkah Lebih Pintar?

MCI dan MBI dapat terjadi bersamaan, namun pada sepertiga orang yang mengidap demensia Alzheimer, gejala perilaku muncul sebelum penurunan kognitif. Melihat perubahan perilaku ini, yang muncul di kemudian hari (usia 50 tahun ke atas) dan menunjukkan perubahan terus-menerus dari pola yang sudah berlangsung lama, dapat membantu dalam menerapkan pengobatan pencegahan sebelum gejala yang lebih parah muncul. 

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Ada lima tanda perilaku yang harus diperhatikan pada teman dan keluarga yang berusia di atas 50 tahun yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut. 

Pertama, apatis. Apatis adalah penurunan minat, motivasi, dan dorongan. Orang yang apatis mungkin kehilangan minat pada teman, keluarga, atau aktivitas. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
KPAI: Kesehatan Mental Anak Harus Diperhatikan Bersama

Mereka mungkin kurang memiliki rasa ingin tahu terhadap topik yang biasanya mereka minati, kehilangan motivasi untuk melaksanakan kewajibannya, atau menjadi kurang spontan dan aktif. Mereka mungkin juga tampak kurang emosi dibandingkan biasanya dan Tampak seperti tidak lagi peduli pada apa pun.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Kedua, disregulasi afektif. Disregulasi afektif mencakup gejala suasana hati atau kecemasan. 

ADVERTISEMENTS

Seseorang yang menunjukkan disregulasi afektif mungkin mengalami kesedihan atau ketidakstabilan suasana hati atau menjadi lebih cemas atau khawatir terhadap hal-hal rutin seperti acara atau kunjungan. 

ADVERTISEMENTS

Kemudian, kurangnya kendali….

 

 

 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi