Rabu, 22/05/2024 - 00:37 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Risiko Osteoporosis Wanita Lebih Tinggi Dibandingkan Pria, Ini Alasannya

JAKARTA — Wanita disarankan lebih mewaspadai serangan osteoporosis. Kondisi tulang yang rapuh akibat penurunan massa tulang dan perubahan struktur pada jaringan tulang itu lebih banyak diidap perempuan. 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Dokter spesialis ortopedi konsultan hip & knee adult reconstruction, trauma, and sports, Yoshi Pratama Djaja mengulas lebih lanjut tentang risiko tersebut. Yoshi memaparkan materinya pada sesi bincang santai yang digelar RS Pondok Indah Group di Jakarta, Senin (30/10/2023). 

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Laki-laki memiliki densitas (kepadatan) tulang yang lebih tinggi dari perempuan. Selain itu, perempuan yang sudah mengalami menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen, sehingga memicu peningkatan osteoporosis,” ujar Yoshi. 

Berita Lainnya:
Viral Kasus Dugaan Malapraktik oleh Bidan, Dokter: Perlu Aturan Tegas dan Supervisi

Salah satu fungsi dari hormon estrogen adalah menjaga kondisi tulang dan menghambat proses kerapuhannya. Karena itu, berkurangnya hormon estrogen setelah menopause amat memengaruhi kemungkinan osteoporosis. 

Osteoporosis menyebabkan penurunan kemampuan regenerasi tulang sehingga rentan keropos dan patah. Panggul merupakan salah satu bagian tubuh yang rentan terdampak osteoporosis.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Yoshi yang berpraktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya menjelaskan hal lain yang menjadi faktor risiko osteoporosis. Faktor utamanya yakni usia, densitas mineral tulang, gender, serta riwayat keluarga.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Faktor risiko lain termasuk gaya hidup sedentari, berat badan rendah, kebiasaan merokok, minum alkohol, serta asupan kalsium yang rendah. Begitu juga jika kadar estrogen dalam tubuh menurun, paparan sinar matahari rendah, mengidap penyakit tertentu, atau konsumsi obat-obatan tertentu.

Berita Lainnya:
Mitoni, Wujud Kearifan Lokal untuk Perangi Stunting

Yoshi menyoroti pula pentingnya menjaga kesehatan tulang panggul. Sebab, tulang yang keropos akibat osteoporosis membuat seseorang lebih rentan mengalami tulang retak atau patah.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

“Pada pasien osteoporosis, paling sering mengalami patah tulang di empat bagian yaitu panggul, pergelangan tangan, tulang punggung, dan bahu. Jika sudah patah tulang panggul, penanganannya hanya bisa operasi penggantian panggul, kecuali jika pasien mengalami kondisi khusus yang tidak bisa dioperasi,” jelas Yoshi.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi