Kamis, 30/05/2024 - 06:42 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

PBB: Pasokan Opium Afghanistan Anjlok Usai Larangan Taliban

Taliban membasmi ladang opium di Washir, distrik provinsi Helmand, Afghanistan, Ahad, 29 Mei 2022.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

 KABUL — Produksi opium di Afghanistan anjlok sejak pemerintahan Taliban melarang penanaman narkotika tahun lalu. Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mengatakan pada Ahad (5/11/2023), penanaman opium turun di seluruh negeri menjadi hanya 10.800 hektar pada 2023 dari 233 ribu hektar pada tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Dalam beberapa bulan mendatang Afghanistan sangat membutuhkan investasi besar dalam mata pencaharian berkelanjutan untuk memberikan peluang bagi petani Afghanistan untuk beralih dari opium,” kata direktur eksekutif UNODC, Ghada Waly, seperti dikutip dari Reuters.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Penurunan jumlah lahan pertanian untuk menanam opioid ini pun berdampak pada penurunan pasokan sebesar 95 persen menjadi 333 ton. Afghanistan sebelumnya menjadi pemasok utama opium dunia.

Berita Lainnya:
Ceko akan Kirim 180 Ribu Amunisi Artileri ke Ukraina

Hal ini memberikan tekanan pada para petani di negara yang dilanda perang tersebut. Menurut UNODC, sebagian besar penduduknya bergantung pada pertanian dan nilai ekspor opium terkadang melebihi nilai semua barang ekspor formal.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Penurunan tajam ini bisa menimbulkan konsekuensi besar bagi perekonomian negara yang dua pertiga penduduknya membutuhkan bantuan kemanusiaan. ”Hal ini menghadirkan peluang nyata untuk mencapai hasil jangka panjang dalam melawan pasar opium gelap dan dampak buruk yang ditimbulkannya baik secara lokal maupun global,” ujar Waly.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Penyusutan besar dalam pasokan dari negara yang diperkirakan memasok sekitar 80 persen opium ilegal dunia ini pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan penggunaan opium secara internasional. Namun hal ini juga, menurut UNODC, berisiko meningkatkan penggunaan alternatif global seperti fentanil atau opioid sintetik.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Belgia, Denmark, Spanyol Sambut Resolusi Keanggotaan Palestina di PBB

Pemimpin tertinggi Taliban melarang penanaman narkotika pada April 2022, kemudian Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyatakan akan menghancurkan tanaman yang tersisa. Selama pemerintahan sebelumnya, Taliban pada 2000 melarang penanaman opium karena mencari legitimasi internasional tetapi menghadapi reaksi keras dari masyarakat.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

Banyak provinsi dengan Taliban secara historis mendapat dukungan tingkat tinggi, seperti Helmand di bagian selatan, memiliki konsentrasi penanaman opium yang besar. UNODC mengatakan, banyak petani telah beralih ke gandum tetapi pendapatannya jauh lebih sedikit dibandingkan opium.

ADVERTISEMENTS

Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023.
Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo,
dan Surabaya di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi