Kamis, 29/02/2024 - 12:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIPERTANIAN

Mentan Amran Pastikan Musim Panen Padi Awal Tahun Depan Mundur

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman memastikan puncak musim panen rendeng pada awal tahun 2024 akan mundur. Hal itu disebabkan oleh terlambatnya musim tanam akhir tahun ini akibat kekeringan ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

“Kalau (tanam) mundur satu bulan berarti jatuhnya (panen) April-Mei, dulu kan Maret-April. Mudah-mudahan hujan ini merata,” kata Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2023).

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Ia tak menyebut berapa volume produksi gabah dan beras yang akan diperoleh pada musim panen mendatang. Namun, Amran optimistis hasil panen akan optimal seiring masuknya musim hujan dan mengisi irigasi persawahan.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

“Mudah-mudahan. Kita berdoa semua, tapi yang terpenting sudah mulai hujan,” ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

Dirinya juga meminta Perum Bulog untuk tidak melepas beras impor ke pasar bebas ketika petani akan panen agar tak merusak harga pasar. Diketahui, Bulog tengah mendatangkan dua juta ton beras dari luar negeri dan ditambah 1,5 juta ton untuk kebutuhan bantuan pangan.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Antisipasi Lebaran, Bulog: Masih Ada Sisa Kuota Impor Beras 1,5 Juta Ton

Soal harga gabah yang kemungkinan akan tetap tinggi hingga puncak panen mendatang, dirinya tak mempersoalkan. Sebab, bagi Kementerian Pertanian, petani harus mendapatkan keuntungan yang layak agar dapat terus melanjutkan usahanya demi menjaga produksi beras nasional.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Sederhana inginnya saya, petani sejahtera,” kata Amran saat ditemui di Kementerian Pertanian, Selasa (7/11/2023).

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah, mengatakan, harga gabah kemungkinan bakal tetap tinggi hingga puncak panen tahun depan. Itu lantaran hasil panen petani sebelumnya tidak optimal sehingga akan ditutup dari hasil panen mendatang dengan harga yang lebih tinggi.

“Biaya variabel input produksi tidak ada kenaikan, tapi bila diakumulasikan dengan (modal) yang harus disediakan petani menjadi lebih besar. Perkiraan saya harga gabah akan tetap di kisaran Rp 6.000-Rp 6.500 per kg,” ujarnya.

Berita Lainnya:
KCIC Evaluasi Tarif Dinamis Kereta Cepat pada Akhir Bulan

Sebagai catatan, rata-rata harga gabah saat ini sudah tembus Rp 7.500 per kg dari sebelumnya berkisar Rp 5.000 per kg sesuai acuan pemerintah.

Said menegaskan, potensi harga gabah yang lebih tinggi masih bisa terjadi. Terutama bila luasan panen nantinya tidak optimal atau sesuai dengan luas baku sawah nasional saat ini yang sebesar 7,4 juta hektare tidak optimal.

Ia menambahkan, musim penghujan yang mulai masuk di awal November juga belum serentak. Sebagian petani yang dipantau oleh KRKP seperti di sentra Indramayu, Jawa Barat pun belum dapat melakukan penanaman karena ketidakcukupan air.

Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023.
Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo,
dan Surabaya di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi