Minggu, 21/04/2024 - 02:48 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Studi: Fungsi Otak Orang Dewasa Menurun Selama Pandemi, Termasuk yang tak Kena Covid-19

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Orang dewasa berusia di atas 50 tahun tampak mengalami penurunan sejumlah fungsi otak selama pandemi Covid-19. Penurunan fungsi otak ini tak hanya mengenai individu yang pernah terkena Covid-19, tetapi juga individu tanpa riwayat Covid-19.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Temuan ini terungkap dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet. Studi ini dilakukan di Britania Raya dengan melibatkan lebih dari 3.000 orang dewasa sebagai partisipan.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Selama studi berlangsung, para partisipan diminta untuk mengisi kuesioner tahunan. Selain itu, mereka juga diminta untuk menjalani tes kognitif daring untuk mengukur kemampuan daya ingat dan beberapa fungsi otak lainnya.

ADVERTISEMENTS

Hasil studi menemukan adanya penurunan fungsi kognitif pada para partisipan selama pandemi Covid-19 berlangsung. Menurut tim peneliti, penurunan kognitif ini kemungkinan dipengaruhi oleh stres, kesepian, hingga konsumsi alkohol yang meningkat selama pandemi Covid-19. 

Berita Lainnya:
Penderita Covid-19 Terlama di Dunia Wafat Setelah 613 Hari Sakit, Kena Varian Super-Mutant

 

“Tingkat penurunan fungsi kognitif tampak lebih cepat selama tahun pertama pandemi, ketika lockdown diberlakukan,” ujar tim peneliti menurut laporan BBC, seperti dilansir WebMD pada Rabu (8/11/2023).

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Tim peneliti juga menemukan adanya penurunan daya ingat sejak tahun pertama pandemi Covid-19. Penurunan daya ingat ini semakin signifikan memasuki tahun kedua pandemi. Orang-orang yang sudah memiliki masalah daya ingat sebelum pandemi Covid-19 mengalami penurunan daya ingat terburuk di tahun kedua pandemi Covid-19.

“Menghadapi ketakutan, kekhawatiran, ketidakpastian, serta disrupsi pada rutinitas akibat Covid-19 bisa memberikan dampak yang nyata dan berkepanjangan pada kesehatan otak,” ujar tim peneliti. 

Menurut Susan Mitchell dari Alzheimer’s Research UK, isolasi sosial yang terjadi selama pandemi juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan otak. Oleh karena itu, Mitchell mengimbau agar masyarakat mau menerapkan kebiasaan yang menyehatkan bagi otak. 

Berita Lainnya:
Opor, Rendang, dan Gulai Sebaiknya tidak Dipanaskan Berulang

“Tak ada istilah terlalu awal atau terlambat untuk mempertimbangkan penerapan kebiasaan sehat,” kata Mitchell.

Menurut Mitchell, beragam kebiasaan yang menyehatkan jantung juga dapat menyehatkan otak. Kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa membantu menjaga ketajaman otak.

“Sayangnya, tak ada cara pasti untuk mencegah demensia. Tetapi, memelihara (kesehatan otak) setidaknya bisa membantu menekan risiko (demensia) tersebut,” ujar Mitchell.

Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023.
Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo,
dan Surabaya di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi