MEULABOH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien (CND), Meulaboh, Aceh Barat berhasil meraih akreditasi ‘Paripurna’, dari Kementerian Keseharan Republik Indonesia.
Hasil tersebut didapat berdasarkan penilaian dari tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang sebelum telah datang ke RSUD tersebut.
Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh telah melewati rangkain penilaian secara rinci dengan berbagai variabel. Mulai dari kualitas pelayanan hingga ketersediaan fasilitas serta keselamatan pasien yang sesuai dengan standar rumah sakit umum daerah.
Pj Bupati Aceh Barat, mengatakan Akreditasi ‘Paripurna’ merupakan prediket hasil penilaian tertinggi yang diberikan berdasarkan penilaian terhadap manajemen mutu dan keselamatan pasien yang diterapkan di rumah sakit itu.
Dikatakannya, dengan adanya akreditasi ‘Paripurna’, sesuai dengan Permenkes no 12/2012, maka pemerintah melalui Kemenkes telah mengakui kinerja manajemen RSUD CND, terutama dalam peningkatan mutu pelayanan.
“Ini berita baik bagi kita semua, dan akan menaikkan trust RSUD CND di masyarakat Aceh Barat dan sekitarnya, terutama dari sisi kehandalan pelayanan,” tutur Mahdi.
Ditambahkan, sukses dari manajemen RSUD CND itu adalah buah dari komitmen kolektif Pemkab Aceh Barat, baik eksekutif maupun legislatif untuk terus mendukung perbaikan kinerja pelayanan di RSUD CND.
“Alhamdulillah, kini telah ada hasil nyata, kita berharap agar prestasi itu terus dipertahankan, karena akreditasi tersebut dilakukan penilaian secara temporer, untuk membuktikan apakah kinerja itu bertahan atau tidak,” tandas Mahdi.
Diakui oleh Mahdi, pihaknya benar benar komit untuk perbaikan kinerja RSUD CND sebagai lembaga public service. Bahkan Pemkab telah menurunkan tim audit dari internal Pemkab yaitu Inspektorat serta dari eksternal dalam hal ini Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ke RSUD CND.
Bahkan proses pengawasan keuangan itu sejauh ini masih terus berlangsung.
“Kita harap nantinya, manajemen RSUD CND benar benar andal, profesional dan melayani. Hingga akan makin dipercaya oleh masyarakat.
Menurut Mahdi, dengan pengakuan Akreditasi Paripurna ini, akan memungkinkan pengembangan rumah sakit, dengan investasi dari pihak ke tiga. Terutama dari pemerintah atasan, serta juga pihak ketiga lainnya yang tidak mengikat.
“Ini peluang besar untuk terus mengembangkan RSUD CND ke arah yang lebih baik dengan layanan andal dan profesional, termasuk dari sisi piranti lunak hingga keras,” punkas Mahdi.[]
Editor : Biro Meulaboh.







































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler