Minggu, 21/04/2024 - 03:36 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIPERTANIAN

Kondisi Pangan Global Dinilai Tak Baik-Baik Saja, Ini Alasannya

ADVERTISEMENTS

Guru Besar Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurti menyatakan, kondisi pangan global tidak baik-baik saja.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

BOGOR — Guru Besar Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurti menyatakan, kondisi pangan global tidak baik-baik saja. Itu karena sepertiga populasi dunia kelaparan dan sekitar 200 juta penduduk rawan pangan.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Rawan pangan berarti tidak tau besok makan apa nggak. Untungnya tidak masuk Indonesia, tapi memang ada 200-an juta di dunia yang rawan pangan,” ujar pria yang juga Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Indonesia tersebut dalam Media Gathering Perbanas, Kamis (23/11/2023).

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Adaptasi Blockchain Terhadap Keuangan Syariah

Ia melanjutkan, sekitar 60 persen rantai pasok pangan terpuruk. Dampak Covid-19 masih belum pulih.

“Banyak negara yang tidak percaya sama rantai global. Jadi bukan lagi anti impor tapi anti ekspor,” tuturnya.

Setiap negara, kata dia, mengamankan pasokan untuk dalam negerinya dahulu.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Sektor pangan di Tanah Air pun, sambungnya, tengah menghadapi banyak tantangan. Di antaranya dampak fenomena El Nino serta ketidakpastian iklim yang mungkin membuat musim tanam-panen mundur selama dua bulan.

Ketidakpastian pasokan dan harga pupuk, harga minyak, serta harga komoditi juga menjadi kendala di sektor pertanian. “Selama 2022, produktivitas pertanian kita turun 2 persen, berakibat produksi turun sekitar 600 ribu ton beras,” tuturnya.

Berita Lainnya:
Kemendag: Harga Tinggi di Internasional Penyebab Kelangkaan Stok Gula

Selama enam bulan ke depan, sektor pertanian masih diselimuti berbagai kondisi ekonomi dan geopolitik global yang mungkin berdampak pada kinerja. Di antaranya perang Rusia-Ukraina, nilai tukar dan suku bunga yang relatif masih tinggi, pemilu, hingga periode Natal dan Tahun Baru serta Ramadhan dan Idul Fitri. 

 

Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023.
Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo,
dan Surabaya di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi