Sabtu, 20/04/2024 - 17:48 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Bappenas: Ekonomi Biru tak Hanya Perikanan

ADVERTISEMENTS

BIAK — Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan ekonomi biru (blue economy) bukan hanya soal perikanan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Kalau kita lihat apa yang disampaikan oleh UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development), sektor-sektor bernilai tambah tinggi adalah manufaktur berteknologi tinggi berbasis kelautan, industri perkapalan, industri peralatan pelabuhan lainnya, serta berbagai potensi pengembangan bioteknologi berbasis kelautan,” ujar Amalia dslam hRoad to Indonesia Development Forum (IDF) 2023, di Pulau Biak, Papua, Sabtu (25/11/2023).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Sebagai negara yang memiliki luas lautan lebih dari 65 persen, pemanfaatan potensi lautan di Indonesia dinilai belum optimal.

ADVERTISEMENTS

Dibandingkan berdasarkan indeks ekonomi biru yang disusun salah satu lembaga internasional, dampak ekonomi dari ekonomi biru di Indonesia belum diperoleh secara maksimal. Sehingga, peringkat Indonesia dalam indeks ekonomi biru dibandingkan dengan negara lain masih di bawah rata-rata.

Oleh sebab itu, sejak 2021, Bappenas meluncurkan buku yang disebut dengan Blue Economy Development Framework. Buku ini adalah buku pertama yang Bappenas munculkan terkait blue economy dalam rangka membangun paradigma baru.

Berita Lainnya:
Bapanas Soroti Kenaikan Harga Gula di Bali

“Terutama bagaimana pembangunan ekonomi biru ini bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Amalia.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Dalam penyusunan buku tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebagai upaya membangun pemahaman bersama dengan para pemangku kepentingan bahwa ekonomi biru itu ekonomi berbasis kelautan, menciptakan nilai tambah, serta meningkatkan produktivitas ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Dia menegaskan tiga kata kunci dari paradigma baru dari ekonomi biru ialah nilai tambah (value creation), inklusif, dan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah turut sudah meluncurkan Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia pada Juli 2023 ketika Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) Blue Economy Forum. Karena itu, Amalia mengatakan peluang ekonomi biru merupakan isu lintas sektoral, bukan hanya berkaitan dengan sektor perikanan, tetapi di bawah naungan seluruh sektor yang memiliki peluang besar untuk bersama-sama menggali nilai tambah lebih baik dari potensi laut.

Berita Lainnya:
Bos Freeport: Pembahasan Penambahan Saham RI di PTFI Butuh Waktu

Ekonomi biru dinilai memiliki prospek masa depan untuk ekonomi Indonesia karena akan memberikan manfaat dalam aspek sosial dan lingkungan, serta membuat ekonomi tanah air lebih inklusif dan berkelanjutan. “Ekonomi biru adalah arus ekonomi masa depan,” ujar Amalia.

Di mana peluang ekonomi biru ini adalah banyak dan bervariasi, seperti blue l lllnpbioteknologi, pariwisata bahari berkelanjutan, digitalisasi untuk pengembangan potensi kekayaan alam. Kemudian juga munculnya industri laut baru yang di luar sektor perikanan, misalnya rumput laut, kemudian industri perhiasan berbasis laut, dan industri makanan berbasis laut.

Ekonomi sirkular kelautan bisa di terapkan, termasuk energi baru terbarukan yang berbasis arus laut maupun berbasis angin (wind power) laut yang bisa menjadi pembangkit listrik energi baru terbarukan.

 

Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023.
Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo,
dan Surabaya di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi