Senin, 04/03/2024 - 08:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Erdogan: Israel Harus Pertanggungjawabkan Kejahatannya di Pengadilan Internasional

 ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pembicaraan via telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk membahas perkembangan situasi di Jalur Gaza, Selasa (28/11/2023). Erdogan menyampaikan kepada Guterres bahwa Israel harus mempertanggungjawabkan kejahatannya di pengadilan internasional.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

“Selama panggilan telepon tersebut, Presiden Erdogan mengatakan Israel tanpa malu-malu terus menginjak-injak hukum internasional, hukum perang, serta hukum kemanusiaan internasional dengan memandang mata komunitas internasional, dan mereka harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya di depan hukum internasional,” kata Kantor Kepresidenan Turki dalam sebuah pernyataan.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Erdogan dan Guterres turut membahas tentang harapan komunitas internasional terkait serangan ilegal Israel. Selain itu, keduanya juga mendiskusikan tentang bagaimana memulai lagi upaya perdamaian permanen antara Israel dan Palestina.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Sementara itu Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Turki mengungkapkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Hakan Fidan akan berpartisipasi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas perkembangan situasi di Gaza yang diagendakan digelar Rabu (29/11/2023).

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
Houthi Izinkan Penyelamatan Kapal Inggris Asal Bantuan Bisa Masuk Gaza

 

ADVERTISEMENTS

Kemenlu Turki mengatakan, Fidan juga akan mengadakan pertemuan dengan para menlu dalam kelompok kontak yang dibentuk pasca perhelatan KTT Luar Biasa OKI-Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 November 2023 lalu. Menlu RI Retno Marsudi termasuk dalam kelompok tersebut.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Pada Selasa kemarin, Retno Marsudi menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tentang Palestina yang digelar di markas PBB di New York, Amerika Serikat (AS). Pada kesempatan itu, dia menyatakan akan mendukung upaya meminta pertanggungjawaban Israel, termasuk di Mahkamah Internasional.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Saat memberikan pernyataan nasional, Retno mengatakan, Indonesia tidak bisa diam melihat ribuan perempuan dan anak-anak tidak berdosa di Jalur Gaza meninggal akibat serangan Israel. Indonesia juga tidak dapat diam melihat rumah, sekolah, dan rumah sakit diratakan dengan tanah.

“Saya bertanya, apakah negara-negara dunia akan tetap tinggal diam melihat situasi yang mengenaskan ini,” ungkap Retno dalam keterangan persnya seusai menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tentang Palestina.

Berita Lainnya:
Kantor HAM PBB Sangat Khawatir dengan Serangan Israel di Rumah Sakit Nasser

Dalam sidang tersebut, Menlu juga mempertanyakan apakah tindakan Israel di Jalur Gaza tidak dianggap melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional. Dia menyoroti penyerangan terhadap berbagai fasilitas sipil. Menlu menilai, hal tersebut bukan hal yang normal.

“Apa yang terjadi di Gaza jelas-jelas pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional,” katanya.

“Penerapan double standard harus dihentikan dan Indonesia mendukung upaya untuk meminta pertanggungjawaban Israel, termasuk di International Court of Justice (Mahkamah Internasional),” tambah Retno.

Retno mengungkapkan, pada Rabu waktu New York, Dewan Keamanan PBB juga akan menggelar pertemuan untuk membahas perkembangan situasi di Gaza. Pertemuan tersebut bakal dipimpin Menlu Cina Wang Yi karena negaranya menjadi presiden Dewan Keamanan bulan ini.

“Saya juga akan hadir dan menyampaikan posisi nasional Indonesia,” kata Retno. 

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

ADVERTISEMENTS

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi