Minggu, 25/02/2024 - 21:57 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Hati-hati, Ini 7 Mitos Perawatan Kulit dengan Vitamin C

ADVERTISEMENT

 JAKARTA — Vitamin C telah menjadi bahan perawatan kulit yang sedang tren dalam beberapa tahun terakhir, dan memang demikian adanya. Sebagai bahan serbaguna, vitamin C saat ini ditemukan dalam serum, krim, pembersih, dan formulasi lainnya.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Vitamin C juga dikenal dengan berbagai manfaatnya, mulai dari sifat antioksidan dan perlindungan UV hingga efek hidrasi dan mencerahkan. Namun, meskipun vitamin C sangat populer, ada banyak mitos perawatan kulit terkait vitamin C. 

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Melansir SEA Mashable, Rabu (29/11/2023), berikut ini merupakan tujuh mitos yang kerap dianggap benar.

ADVERTISEMENT

 

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

 

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

1. Vitamin C sebaiknya hanya digunakan di pagi hari

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Bertentangan dengan anggapan umum, vitamin C dapat digunakan secara efektif baik di pagi maupun malam hari. Dipercaya sebagai produk siang hari karena memberikan perlindungan antioksidan terhadap kerusakan akibat sinar UV. Namun, dengan memasukkan vitamin C ke dalam rutinitas malam, maka telah memastikan kulit terus menikmati manfaat antioksidan dan pencerahnya sepanjang waktu.

 

2. Vitamin C dapat menggantikan tabir surya

Meskipun vitamin C memiliki sifat antioksidan yang dapat meningkatkan pertahanan kulit terhadap stresor lingkungan, vitamin C tidak menggantikan fungsi penting tabir surya. Tabir surya dirancang khusus untuk memberikan perlindungan komprehensif terhadap sinar UV yang berbahaya, dan harus menjadi bagian yang tidak dapat dinegosiasikan dalam rutinitas perawatan kulit harian.

Berita Lainnya:
Dinkes: Pemberian Vitamin A Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dari Infeksi

 

3. Vitamin C hanyalah tren sementara, dan akan mereda ketika tren tersebut mereda

Meskipun pasti ada banyak produk perawatan kulit yang menjadi viral dalam beberapa waktu terakhir, vitamin C sebagai bahannya lebih dari sekadar tren sementara. Terbukti memberikan keajaiban dalam mencerahkan kulit, meningkatkan elastisitas, dan membuat kulit tampak awet muda, vitamin C adalah bahan perawatan kulit favorit dokter kulit yang didukung ilmu pengetahuan dan akan selalu ada.

 

4. Vitamin C rapuh dan mudah kehilangan nutrisinya karena sensitif terhadap cahaya dan panas

Meskipun benar bahwa manfaat vitamin C mulai berkurang setelah terkena udara, cahaya, dan panas, bukan berarti semua produk vitamin C memiliki umur simpan yang pendek. Banyak formulasi yang dirancang agar stabil dan memiliki masa pakai yang panjang, dengan tetap menjaga nutrisinya.

Berita Lainnya:
Korban Banjir Terjebak di Rumah, Pemkab Demak Masih Berupaya Evakuasi

 

5. Vitamin C memberikan hasil instan

Mirip dengan kebanyakan bahan perawatan kulit, vitamin C menawarkan berbagai manfaat jangka panjang untuk kulit, namun biasanya tidak memberikan hasil langsung. Penggunaan yang konsisten dan teratur dari waktu ke waktu diperlukan untuk melihat manfaat penuh.

 

6. Sumber vitamin C alami sama efektifnya dengan produk perawatan kulit

Mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti buah jeruk dan berry sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, sementara menggunakan serum vitamin C dan masker wajah buatan sendiri dapat membantu merawat kulit. Namun sebenarnya produk perawatan kulit vitamin C memberikan manfaat yang ditargetkan untuk kulit. Ini karena formulasi perawatan kulit dirancang untuk penyerapan dan stabilitas yang lebih baik.

 

7. Vitamin C akan mengiritasi kulit dan menyebabkan kekeringan

Sebenarnya vitamin C tidak mungkin menyebabkan kulit kering. Sebaliknya, justru bisa membantu kulit tetap terhidrasi. Namun, terdapat berbagai bentuk bahan vitamin C, dengan kombinasi formulasi berbeda yang akan memberikan hasil berbeda. Beberapa produk vitamin C lebih stabil dan tidak memicu iritasi kulit.

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi