Senin, 04/03/2024 - 08:01 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Lebanon Minta Lebih Banyak Pasokan Bantuan Internasional Antisipasi Konflik dengan Negara Teroris Israel

 BEIRUT — Kementerian Kesehatan Lebanon meminta bantuan kepada komunitas internasional untuk mendapatkan lebih banyak pasokan bantuan dalam negerinya. Hal ini guna mempersiapkan diri menghadapi potensi eskalasi lebih lanjut di perbatasannya karena bentrokan antara Israel dan Hizbullah telah memasuki pekan ketujuh.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

Pertempuran di perbatasan Lebanon dimulai setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel, setelah serangan mendadak yang dipimpin Hamas di perbatasan Gaza pada 7 Oktober, peristiwa itu menewaskan 1.200 warga Israel.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Sementara itu, serangan balasan Israel telah menewaskan sekitar 15.000 warga Palestina, di mana sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, dalam pengeboman dan invasi darat ke Gaza.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Pertempuran di perbatasan Lebanon terus meningkat, menyebabkan lebih dari 55.000 orang mengungsi hingga saat ini. Pemerintah Lebanon telah membuat rencana darurat untuk menangani mereka yang telah mengungsi dan potensi perang berskala besar di perbatasan ini. Di mana saat ini setidaknya lebih dari satu juta warga Lebanon ke arah utara dan membanjiri rumah sakit di selatan.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

 

ADVERTISEMENTS

Namun, setelah empat tahun mengalami krisis ekonomi yang menghantam, negara Lebanon sangat membutuhkan pasokan medis dan pasokan lainnya. “Persediaan, persediaan, ditambah persediaan. Kami masih memiliki banyak obat yang hilang di Lebanon… Kami tidak memiliki cukup uang untuk semuanya,” kata Wahida Ghalayini, Manajer Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat, kepada The New Arab.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Jepang Tambah Kategori Produk Mesin Dilarang Ekspor ke Rusia
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Ghalyini mengatakan bahwa rumah sakit-rumah sakit di Lebanon selatan kekurangan obat-obatan untuk membantu pasien-pasien yang menderita penyakit kronis, serta perlengkapan dasar seperti jarum suntik, masker dan mesin dialisis.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Juga tidak ada unit luka bakar di Lebanon selatan, sebuah isu yang diangkat oleh para pejabat terutama setelah Israel menggunakan amunisi Fosfor Putih di daerah perbatasan, sebuah senjata yang dapat menyebabkan luka bakar yang fatal.

Untuk memperkirakan potensi jumlah korban luka-luka, pemerintah telah melipatgandakan jumlah korban dalam perang Lebanon dengan Israel pada tahun 2006 dengan tiga kali lipat – yang akan membuat rumah sakit setempat harus menangani hingga 12.000 pasien.

Sektor medis di negara ini berada dalam kondisi yang lebih buruk dibandingkan tahun 2006, dan kurangnya pasokan medis diperparah dengan hilangnya staf medis yang berpengalaman karena lebih banyak dokter senior yang pindah ke luar negeri untuk mencari gaji yang lebih baik.

LSM seperti Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan PBB telah membantu melakukan pelatihan untuk tenaga medis di selatan, mengadakan lokakarya untuk peristiwa korban massal dan perawatan korban Fosfor Putih.

Berita Lainnya:
Biden Kritik Operasi Militer Israel, Dijawab dengan Serangan Bom di Gaza

UNICEF – Badan PBB untuk anak-anak – telah menghabiskan 1,4 juta dolar AS untuk membawa pasokan perawatan kesehatan darurat jika bandara dibom, seperti yang terjadi pada tahun 2006.

Badan PBB tersebut juga telah bekerja untuk melengkapi Pusat Kesehatan Primer di bagian selatan sehingga mereka dapat terus bekerja di tengah-tengah perang.

“Ini adalah operasi yang mahal dan menantang untuk dipersiapkan dan ditanggapi… terutama pada hal-hal seperti air dan bahan bakar. Kita tahu pada tahun 2006, tangki-tangki bahan bakar menjadi sasaran, sehingga sangat sulit bagi kami untuk menempatkan bahan bakar di seluruh negeri,” ujar Ettie Higgins, Wakil Perwakilan UNICEF Lebanon, kepada TNA.

Sebagian besar Pusat Kesehatan Primer di bagian selatan Lebanon bergantung pada campuran generator tenaga bahan bakar dan panel surya, karena jaringan listrik Lebanon menyediakan pasokan listrik yang tidak konsisten.

Jumlah pengungsi internal di Lebanon telah meningkat dari minggu ke minggu seiring dengan meningkatnya pertempuran dan jatuhnya roket-roket di wilayah Lebanon.

Meskipun kini telah terjadi jeda singkat dalam pertempuran sesuai dengan gencatan senjata Israel-Hamas yang ditandatangani pada tanggal 24 November. Namun bentrokan di perbatasan dapat kembali terjadi ketika konflik di Gaza dimulai lagi.

x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

ADVERTISEMENTS

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi